Selasa, 19 November 2019 |
Pariwisata

Yuk Wisata Sejarah Kampung Kapitan di Palembang

Jumat, 09 Des 2016 | 17:05 WIB Dibaca: 1619 Pengunjung

Kampung Kapitan, Palembang.*

Palembang, [NEWSmedia] - Palembang selama ini mungkin jarang menarik perhatian wisatawan. Padahal, di sana banyak hal yang bisa ditemukan selain melihat jembatan Ampera. Salah satunya saja dengan berkunjung ke kampung Kapitan, yang berlokasi di bibir sungai Musi. 

Di sana Anda bisa belajar sejarah perkembangan masyarakat Tiongkok masuk ke Palembang karena terdapat 15 rumah panggung Tiongkok, Belanda dan Palembang. 

Kota “Pempek” ini dikenal sebagai pelabuhan bagi masyarakat Tiongkok dan keturunannya hingga saat ini. Bahkan banyak pemilik rumah yang masih tersisa. Tetapi sayangnya, semakin hari rumah ini semakin menghilang entah ke mana.

Setelah kerajaan Sriwijaya runtuh, setelah itu dinasti Ming yang dipimpin oleh Tjoa Ham Hin tiba di Palembang. Berdasarkan situs dari pariwisata Palembang, menyebutkan jika Tjoa Ham Hin ini adalah orang kepercayaan Belanda untuk mengukur pajak sekitar 400 tahun lalu.

Di hari keemasannya, area tersebut berubah nama menjadi Kampung Kapitan yang diambil dari nama Kapiten atau Kapitan. Kapitan artinya adalah sebutan bagi seseorang yang memimpin tanah dan memiliki finansial tinggi di komunitas.

Penduduknya rata-rata didominasi dengan gaya Tiongkok namun masih meninggalkan nuansa Palembang. Atap piramid yang menjadi khas ini di adaptasi dari gaya Palembang. Sebagaimana dikutip dari Indonesiatravel, Jumat (9/12/2016), sementara itu di dalamnya masih ada gaya khas Tiongkok. [okz]

Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Yuk Wisata Sejarah Kampung Kapitan di Palembang

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top