Minggu, 24 Maret 2019 |
News Room - Hukum

Website UIN Banten Dihack, Pelaku 'Orang Dalam'

Senin, 04 Mar 2019 | 19:30 WIB Dibaca: 184 Pengunjung

Direktur Reskrimsus Polda Banten Kombes Rudi Hananto memberikan keterangan terkait pengungkapan pelaku peretas (hacker) website milik Universitas Islam Negeri (UIN) Banten. Rektor UIN Banten, Prof. Dr. Fauzul Iman juga turut hadir dalam konferensi pers di Mapolda Banten, Senin (4/3/2019). *

SERANG, [NEWSmedia] - Direktorat Kriminal Khusus Polda Banten mengamankan DR (40) tersangka pelaku peretas website Universitas Islam Negeri (UIN) Banten. Tersangka DR merupakan dosen dan pegawai IT di kampus tersebut.

Direktur Reskrimsus Polda Banten Kombes Rudi Hananto mengatakan, website dengan alamat uinbanten.ac.id itu mengalami gangguan pada 25 Februari 2019.

Gangguan itu diketahui oleh salah seorang pegawai UIN SMHB yang mengatakan bahwa sistem Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTID) dan Sistem Kerja Pegawai (SKP) tidak bisa di akses.

"Pegawai itupun berupaya mengakses server melalui SSH dan FTP/SFTP dari office menggunakan user root, namun tetap saja tidak bisa diakses atau (keterangan) acces denied,” kata Rudi saat memberikan keterangan kepada pers di Mapolda Banten, Senin (4/3/2019).

Ia menjelaskan, pelaku DR pada tanggal 26 Februari 2019 membobol server siakad.uinbanten.ac.id (sistem akademik). Saat diakses, alamat situs tersebut malah tersambung ke link YouTube.com dan web yang sudah dihack telah ditanami backdoor oleh tersangka.

"Dia menggunakan laptopnya untuk mengakses server yang ada. Pelaku ini sarjana ilmu komputer. Dia (pelaku) menjadi dosen ilmu komputer di kampus tersebut," terangnya.

Rudi mengatakan, pada 28 Februari tim gabungan bernama scientivic crime investigation melakukan pelacakan. Tim tersebut terdiri dari personel Batara Dirkrimsus Polda Banten dengan Bareskrim Polri.

"Pemeriksaan pertama dilakukan pada 2 Maret 2019, terlihat pelaku mengunduh file link internet yang berisikan kode eksploid, yang bisa mengambil user name, password bahkan melumpuhkan sistem," ujarnya.

Menurut Rudi, motif pelaku melakukan hal tersebut lantaran merasa sakit hati karena beberapa kali perbuatan menyimpangnya ketahuan dan tidak terima saat ditegur.

"Pegawai ini jarang masuk, tapi absensinya penuh terus. Ditegur sesama pegawai, kemungkinan sakit hati atau dendam," katanya.

Atas tindakannya tersebut, pelaku DR dikenakan Pasal 46 ayat 1, 2, 3, junto 30 ayat 1, 2, 3 dan atau pasal 48 ayat 1 junto pasal 32 ayat 1 UU RI nomor 19 tahun 2016, tentang perubahan atas UU RI nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Website UIN Banten Dihack, Pelaku 'Orang Dalam'
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top