Jumat, 03 Juli 2020 |
News Room

Waspada! Predator Kejahatan Seksual Anak Berkeliaran

Kamis, 13 Okt 2016 | 19:40 WIB Dibaca: 765 Pengunjung

Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait.*

SERANG, [NEWSmedia] – Ketua Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait mengungkapkan para pelaku kejahatan seksual masih berkeliaran di tengah-tengah masyarakat. Ia menyebut pelaku kejahatan tersebut sebagai predator.

“Kita akui bahwa predator ini masih berkeliaran,” kata Arist saat melakukan sosialisasi tentang kejahatan seksual di SMK Negeri 1 Kota Serang, Kamis (13/10/2016).

Arist menjelaskan, kegiatan hari ini di SMK Negeri 1 Kota Serang sebagai upaya untuk membekali para pelajar agar mewaspadai para pelaku kejahatan seksual.

“Untuk membekali anak-anak kita untuk tidak menjadi korban kejahatan seksual yang dilakukan oleh kelompok predator atau oknum lelaki yang tak bertanggung jawab,” ujarnya.

Arist kemudian mengungkapkan, pada tahun 2012 Indonesia menjadi negara yang rawan kejahatan seksual dengan tingkat kejadian 58 persen. “Untuk menurunkan angka kejahatan seksual yang cukup tinggi di Indonesia, termasuk di Banten ini, kita terus melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah,” ucapnya.

Ia mengatakan, pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) tentang Hukuman Kebiri Terhadap Pelaku Kejahatan Seksual Terhadap Anak. Perppu Nomor 1 tahun 2016 itu telah disahkan DPR dalam Rapat Paripurna, Rabu (12/10/2016) kemarin.

Hukuman yang diatur dalam undang-undang tersebut antara lain hukuman pidana pemberatan, pidana tambahan, dan tindakan lain bagi pelaku kejahatan seksual. Pemberatan pidana yakni berupa tambahan pidana sepertiga dari ancaman penjara, paling singkat 10 tahun dan paling lama 20 tahun. Selain itu, ancaman hukuman seumur hidup dan hukuman mati juga masuk ke pemberatan pidana.

“Kalau bisa hukuman mati atau hukuman seumur hidup, sesuai dengan para korban yang hidupnya sudah dihancurkan oleh predator itu. Sementara pemberatan kedua adalah hukuman kebiri, terus disuntik dengan kimia, dan dipasangkan cip di tubuhnya agar dikontrol oleh kita,” ucap Arist.

Bagi Arist, disahkannya Perppu menjadi undang-undang adalah hadiah untuk para anak indonesia yang menjadi target ancaman para pelaku kejahatan seksual.

“Selama ini saya anggap bahwa hukuman pidana untuk predator masih cukup kurang dan ngambang. Anak indonesia butuh perlindungan hukum yang sesuai,” tuturnya. [Ildhan/02]

Penulis: Ildhan Firmansyah
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Waspada! Predator Kejahatan Seksual Anak Berkeliaran

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top