Minggu, 11 April 2021 |
News Room - Kesehatan

Waspada, Pasar Jadi Episentrum Penyebaran COVID-19

Kamis, 14 Mei 2020 | 15:06 WIB Dibaca: 623 Pengunjung

Foto ilustrasi.*

[NEWSmedia] - Pemerintah daerah mulai giat lakukan tes swab COVID-19 di pasar tradisional. Hal ini dikarenakan adanya kemungkinan penyebaran virus corona di lokasi tersebut.

Salah satunya yang dilakukan di Pasar Wisma Asri Bekasi, Jawa Barat. Hasil tes swab menyatakan, terdapat dua orang dinyatakan positif. Dua orang tersebut adalah seorang pria berinisial R, pedagang ayam potong, warga Bekasi. Lalu, satu lagi ialah pria berinisial H, memegang KTP Kabupaten Bogor.

Sementara itu, tes swab COVID-19 pun telah dilakukan di Pasar Bogor, Kota Bogor. Hasilnya didapati 1 orang positif COVID-19. Namun, belum diketahui status orang tersebut, apakah pedagang atau pembeli.

Di sisi lain, Pakar Kesehatan sekaligus Dekan Fakultas Ilmu Kedokteran Universitas Indonesia dr Ari Fahrial Syam, SpPD menerangkan, pasar bisa menjadi episentrum penyebaran COVID-19.

Hal ini pun bisa dibuktikan dari fakta pertama kali penyebaran COVID-19 di Wuhan, China. Ya, kasus pertama diketahui berasal dari pasar sea food dan harusnya ini menjadi acuan dasar pentingnya tes COVID-19 di pasar.

"Sejarahnya itu di Wuhan, mulai dari sea food market, interaksi orang di pasar berpotensi terjadinya penularan," katanya saat diwawancarai di iNews TV, belum lama ini.

Dokter Ari melanjutkan, potensi terjadinya penularan COVID-19 di pasar begitu tinggi. Terlebih, jika dilihat dari sisi medis, infeksi COVID-19 dapat terjadi dengan cepat.

Menjadi bahaya yang harus diwaspadai ialah ketika seseorang tertular di pasar, ia bisa menjadi pembawa virus dan akhirnya menularkannya ke orang rumah. "Dengan begitu, pasar merupakan cluster yang kalau tidak diputus, akan menjadi ancaman besar masyarakat," tegasnya.

Dokter Ari pun berharap agar pemerintah daerah bisa lebih menggiatkan pemeriksaan COVID-19 di pasar agar penyebaran penyakit dapat dicegah sesegera mungkin.

"Harus dilakukan pemeriksaan massal pada pedagang, berapa persen yang positif harus segera diketahui. Kalau positif dikejar, bagaimana interaksi sosial dia di rumah dan interaksi selanjutnya," ungkap dr Ari.

Menjadi fakta yang harus diketahui masyarakat, sambung dr Ari, 80 persen pasien COVID-19 itu menunjukkan gejala ringan, bahkan tanpa gejala. "Kita tidak tahu teman sebelah kita atau para pembeli adalah orang dengan positif COVID-19 atau tidak. Ini jadi masalah," pungkasnya. [okz]

Editor: Newsmedia
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Waspada, Pasar Jadi Episentrum Penyebaran COVID-19
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top