Sabtu, 27 Februari 2021 |
News Room - Peristiwa

Waspada! BPOM Banten Temukan Makanan Olahan Mengandung Zat Kimia Berbahaya

Jumat, 17 Mar 2017 | 14:20 WIB Dibaca: 1787 Pengunjung

Pabrik makanan olahan milik PT Ruhuey Indonabati di Jalan KH Mutaqin RT 04/ RW 02 Kelurahan Gembor, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang digerebek petugas BPOM Provinsi Banten pada Kamis (16/3/2017)

TANGERANG, [NEWSmedia] - Pabrik makanan olahan milik PT Ruhuey Indonabati di Jalan KH Mutaqin RT 04/ RW 02 Kelurahan Gembor, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang digerebek petugas BPOM Provinsi Banten pada Kamis (16/3/2017) malam. Diduga pabrik tersebut mengandung zat berbahaya.

Penggerebekan dilakukan karena pabrik tersebut tidak memiliki izin edar. Dalam penggerebekan itu petugas BPOM berhasil menyita beberapa produk siap edar untuk uji sampel di laboratorium.

Selain menyita produk siap edar, BPOM juga menghentikan aktifitas pabrik olahan makan tersebut. Penggerebekan dilakukan petugas BPOM Banten dengan menggandeng aparat dari Polrestro Tangerang serta Polda Metro Jaya dalam penggerebekan tersebut.

"Selain tidak adanya izin usaha dan izin edar, makanan olahan yang diproduksi pabrik ini selama enam tahun diduga mengandung bahan kimia berbahaya," ujar Kepala BPOM Banten, Kashuri.

Berbagai makanan olahan vegetarian, seperti seperti bakso dan nugget serta otak-otak diproduksi oleh perusahaan tersebut. Dari hasil uji lab cepat yang ada di lokasi, diketahui bahan makanan diduga mengandung zat berbahaya.

"Mereka juga memalsukan izin edar," ucapnya.

Selain tak memiliki izin, pabrik itu menghasilkan produk makanan yang tak sesuai standar. Menurut Kashuri, ini terkait dengan kualitas kebersihan produk makanan beku tersebut.

"Dari sisi sanitasi-higienis tidak memenuhi ketentuan. Kalau kita lihat tadi di gudang dan tempat produksi ditemukan banyak kecoa, bau tidak sedap," urai Kashuri.

Kondisi itu jelas tak memenuhi syarat produksi. Hal tersebut juga dianggap bahaya karena makanan dikonsumsi banyak orang.

"Tentunya tidak bisa memproduksi makanan seenaknya hanya seperti itu. Ada persyaratan yang harus dipenuhi. Ini dikonsumsi manusia lo, tentunya harus ada kriterianya," sebut dia.

Sementara itu, Karkam satu dari manajemen pabrik tersebut mengungkapkan pabrik ini memproduksi makanan sudah sejak lima tahun. Hasil produksi diedarkan ke seluruh Indonesia.

"Soal izin sebenarnya sudah ada. Namun tidak tahu apakah resmi atau tidak karena urusan atasan saya kalau soal izin. Pabrik ini memproduksi makanan vegetarian seperti bakso dan lainnya," kata Karkam.

Perusahaan yang mengedarkan makanan tanpa izin dan tidak memenuhi ketentuan Badan POM, sesuai Pasal 142 UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang pangan, bisa dikenai pidana 2 tahun atau denda Rp 4 miliar. [red]

 

Penulis: Nm
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Waspada! BPOM Banten Temukan Makanan Olahan Mengandung Zat Kimia Berbahaya
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top