Selasa, 04 Agustus 2020 |
Kesehatan - News Gallery

Waspada, Anak Penyakit Kronis Sebabkan Gangguan Kesehatan Mental

Rabu, 10 Jan 2018 | 00:01 WIB Dibaca: 569 Pengunjung

Foto ilustrasi

[NEWSmedia] - Memiliki anak yang sehat adalah dambaan setiap orangtua . Namun, terkadang ada saja penyakit yang datang dan tidak bisa dipresiksi akan menderita anak Anda. Nah, bagi Anda para orangtua yang memiliki anak dengan penyakit kronis sudah sepatutnya waspada.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal BMJ Open, penyakit kronis pada anak dapat menyebabkan masalah kesehatan mental, seperti gangguan kecemasan pemisahan, kecemasan umum, serta phobia. Sebuah studi juga memperingatkan bahwa anak-anak yang menderita penyakit kronis seperti asma, alergi makanan, epilepsi, atau diabetes berisiko meningkatkan masalah kesehatan mental.

“Temuan ini menunjukkan bahwa risiko gangguan mental relatif sama di antara anak-anak dengan kondisi fisik yang berbeda.” ujar Mark Ferrro dari University of Waterloo. Ferro melanjutkan bahwa anak-anak dengan masalah kesehatan fisik dan mental mengalami penurunan kualitas hidup yang signifikan dalam enam bulan pertama setelah menerima diagnosis.

Peneliti dari University of Waterloo di Kanada melakukan penelitian terhadap anak-anak berusia antara 6 sampai 16 tahun yang didiagnosis menderita penyakit kronis, seperti asma, alergi makanan, epilepsi, diabetes, dan radang sendi.

Hasilnya, sekitar 42% jumlah anak yang menunjukkan tanda-tanda gangguan mental setelah mereka didiagnosis. Menurut tanggapan orangtua terhadap wawancara standard tersebut, beberapa anak diskrining positif setidaknya terdapat satu gangguan mental.

Para peneliti juga mengungkapkan bahwa usia dan jenis kelamin tidak berdampak pada hasilnya. Dan setidaknya sebagian anak melaporkan diri mereka sendiri tentang penyakit mental yang diderita.

Jumlahnya yaitu sekitar 58% orangtua yang diketahui melaporkan bahwa anak-anak mereka menunjukkan tanda-tanda masalah kesehatan mental dan hanya 18% anak yang melaporkan kesehatan mereka sendiri.

“Mungkin saja jumlahnya lebih tinggi sejak dini karena ada beberapa ketidakpastian seputar prognosis atau pertanyaan yang tidak terjawab tentang manajemen dan perawatan. Penting untuk tidak hanya mengidentifikasi anak berisiko dini tapi juga memiliki sumber daya yang mendukungnya.” tutur Alexander Butler dari University of Waterloo.

Hasil dari penelitian ini sangat diperlukan untuk membicarakan kebutuhan para professional kesehatan demi mendapatkan banyak perspektif saat menilai kesehatan mental anak lebih jauh. [okz]

Editor: Newsmedia
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Waspada, Anak Penyakit Kronis Sebabkan Gangguan Kesehatan Mental
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top