Kamis, 13 Agustus 2020 |
News Room - Politik

Wartawan Senior Ungkap Sosok Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Sandi

Rabu, 12 Sept 2018 | 15:17 WIB Dibaca: 569 Pengunjung

Wartawan senior Aat Surya Safaat (kiri) bersama mantan Panglima TNI Djoko Santoso (kanan).*

JAKARTA, [NEWSmedia] - Wartawan senior Aat Surya Safaat mengapresiasi bakal calon Presiden Prabowo Subianto yang telah menunjuk mantan Panglima TNI Djoko Santoso untuk memimpin Tim Pemenangan

pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno pada Pilpres 2019.

“Sepanjang yang saya amati, Djoko Santoso adalah jenderal yang sangat berdedikasi, mempunyai kemampuan lobi yang mumpuni, dan bisa diterima di semua kalangan,” kata Aat di Jakarta, Rabu (12/9/2018).

Aat yang merupakan penulis buku ‘Djoko

Santoso Bukan Jenderal Kancil’ itu mengungkapkan sosok Djoko Santoso yang dikenal rendah hati dan tidak suka menonjolkan diri.

Djoko Santoso juga, kata Aat adalah sosok yang bisa berpikir jernih dan tajam untuk berbagai urusan, mulai dari strategi tempur, manajemen pengelolaan massa, reformasi TNI, penciptaan perdamaian, sampai mendorong kembali gerakan Keluarga Berencana (KB) Nasional.

“Djoko Santoso juga berpegang pada adagium jawa ‘Sepi ing pamrih rame ing gawe’, alias karya nyata yang diutamakannya ketimbang berwacana sampai berbusa-busa di depan media untuk kepentingan pencitraan,” kata Aat yang pernah menjadi Direktur Pemberitaan Kantor Berita ANTARA yang juga pernah menjadi Kepala Biro ANTARA di New York.

Menurut Aat, Djoko Santoso berulangkali menyatakan ingin memberikan kontribusi nyata dalam membayar utang sejarahnya sebagai rakyat yang meniti karier militer mulai dari bawah hingga menduduki posisi tertinggi di TNI, yakni sebagai Panglima TNI.

Diketahui juga, lanjut Aat, Djoko Santoso tercatat sebagai tokoh yang mampu meredam konflik di Ambon pada 2002. Sebelumnya banyak kalangan berpendapat, konflik berdarah-darah yang bernuansa SARA dan sangat mengerikan itu akan selesai dalam 50 tahun.

Dua Pangdam XVI/Pattimura sebelumnya gagal meredam konflik tersebut. Tetapi ketika Djoko

Santoso menjadi Pangdam Pattimura, konflik Ambon dapat diselesaikan dalam enam bulan. Para tokoh agama di Ambon, apakah Kristen, Katolik atau Islam mengakui prestasi gemilang putera Solo kelahiran 8 September 1952 itu.  

Sebelumnya, saat menjadi Danrem 072/Pamungkas di Yogya pada 1998, Djoko Santoso juga berhasil menjadikan demo sejuta massa untuk menjatuhkan Soeharto berjalan aman dan damai. Sementara Jakarta, Makassar, bahkan Solo saat itu bergolak, rusuh, dan mencekam.

Bahkan, kata Aat, Ketua Umum PBNU KH

Said Agil Siraj beberapa kali mengatakan, Djoko Santoso adalah jenderal yang bersih dari pelanggaran HAM dan korupsi. Dia juga adalah tokoh di balik reformasi TNI. Saat menjabat sebagai Panglima TNI, Djoko juga tegas terhadap Malaysia, bahkan terhadap Amerika. [rilis/ard]

Editor: Arif Darma
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Wartawan Senior Ungkap Sosok Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Sandi

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top