Selasa, 02 Maret 2021 |
News Room

Warga Kajeung Kesulitan Berobat karena Tak Ada Dokter di Puskesmas

Rabu, 23 Nov 2016 | 10:32 WIB Dibaca: 1074 Pengunjung

Seorang tenaga medis perawat di Puskesmas Kajeung, Kecamatan Sungai Mas, Aceh Barat, saat melayani warga berobat.*

MEULABOH, [NEWSmedia] - Warga Desa Kajeung, Kecamatan Sungai Mas, Aceh Barat, mengeluhkan keterbatasan pelayanan di puskesmas setempat.

Selama dua pekan terakhir, pelayanan di puskesmas itu hanya ditangani oleh dua orang tenaga perawat piket.

Ketika perawat tidak mampu menangani pasien, maka akan dirujuk ke RSUD Cut Nyak Dhien, Meulaboh, karena dokter sedang tak berada di puskesmas.

"Kami kesulitan berobat di puskesmas selama ini karena sudah dua minggu lebih dokter tidak ada di tempat. Padahal kalau ada dokter mungkin tidak perlu dirujuk," kata Mudasir (30), warga Desa Kajeung, Kecamatan Sungai Mas, Selasa (22/11/16).

Karena tidak ada dokter, kata Mudasir, pasien yang dirujuk itu harus mendapatkan surat rujukan dari dokter di puskesmas lain, yakni Puskesmas Kecamatan Meutulang. Jaraknya 30 km dari Desa Kajeung.

Menurut Mudasir, hal itu merugikan pasien karena harus mengeluarkan biaya banyak untuk konsumsi dan transportasi ke tempat lebih jauh.

Ketua Pemuda Desa Kajeung itu juga kecewa terhadap sejumlah perawat yang dia anggap sering terlambat datang karena tempat tinggal mereka jauh dari puskesmas.

"Perawat tetap atau PNS banyak, tapi sering telat masuk karena tinggalnya di Meulaboh sana, sehingga sampai di puskesmas pukul 11.00 WIB, kemudian absen dan setelah itu pukul 13.00 WIB sudah pulang lagi," kata dia.

Secara terpisah, Kepala Puskesmas Kajeung Kecamatan Sungai Mas Zulfandi mengatakan bahwa dua orang dokter yang bertugas di puskesmas tersebut sedang tidak berada di tempat karena sedang mengikuti seleksi pendidikan spesialis di luar daerah. Itu sebabnya penanganan terhadap pasien dilakukan oleh tenaga perawat selama dua minggu ini.

"Ya, benar, dokter sedang tidak ditempat karena mengikuti pendidikan spesialis. Memang banyak warga mengeluh selama tidak ada dokter, tapi kami tetap memberikan pelayanan semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan perawat," katanya.

Menurut Zulfandi, ada 10 orang tenaga medis perawat tetap yang bertugas di Puskesmas Kajeung. Namun, dalam satu hari hanya dua orang tenaga perawat yang masuk untuk memberikan pelayanan berdasarkan sistem piket.

Ia juga mengakui bahwa syarat penggunaan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan harus mendapat tanda tangan dokter dari puskesmas lain sebelum dirujuk ke RS.

Zulfandi mengatakan bahwa sudah mengirim surat secara resmi kepada Dinas Kesehatan Aceh Barat mendatangkan dokter pengganti sebelum dokter setempat menempuh studi di luar daerah. Namun, hingga kemarin petang dokter pengganti tak kunjung tiba.

"Kabarnya sekarang sedang dalam perjalanan satu orang dokter pengganti menuju puskesmas," kata dia. [kps]

Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Warga Kajeung Kesulitan Berobat karena Tak Ada Dokter di Puskesmas
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top