Sabtu, 17 November 2018 |
News Room - Pemerintahan

Wali Kota Tangerang Terbawa Emosi Insiden Bendera Merah Putih Terbalik

Senin, 21 Agt 2017 | 22:30 WIB Dibaca: 8058 Pengunjung

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah berbincang dengan warga yang mendapat penghargaan saat Apel rutin di Plaza Puspemkot Tangerang, Senin (21/8/2017).*

TANGERANG, [NEWSmedia] - Insiden terbaliknya layout gambar Bendera Merah Putih Republik Indonesia pada ajang Sea Games 2017 di Malaysia, memancing reaksi Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah.

Dalam pelaksanaan Apel Senin yang rutin dilaksanakan oleh para aparat Pemkot Tangerang, wali kota mengungkapkan kekecewaannya kepada penyelenggara Sea Games di Malaysia yang mencetak bendera Merah Putih terbalik.

"Kita begitu kecewa ketika bendera Merah Putih pas Sea Games dibalik," kata Arief di hadapan peserta apel yang hadir di Plaza Puspem Kota Tangerang, Senin (21/8/2017).

"Seolah-olah negeri yang begini besarnya enggak ada harga dirinya.
Walaupun sudah meminta maaf, tapi tidak gampang," ucap Arief dengan nada tegas.

Pada kesempatan itu, Arief pun mengingatkan kepada aparat sipil negara di Pemkot Tangerang untuk terus menumbuhkan rasa patriotisme dan nasionalisme kebangsaan yang dinilai mulai tergerus oleh sikap apatis dan perpecahan di antara warganya.

"Saya mengapresiasi semangat TNI, selaku inisiator Pengibaran Bendera Gede Jasa, dan kita sebagai fasilitatornya, mereka begitu semangat mengibarkan bendera Merah Putih, meskipun dua kali berkibar dan dua kali juga robek. Namun yang harus kita lihat adalah semangat para anggota TNI yang begitu luar biasa yang ingin menunjukkan bahwa kita adalah bangsa yang besar," tutur Arief, bersemangat.

"Ini pula yang mendasari kita mengimbau warga Kota Tangerang untuk melaksanakan upacara bendera di hari kemerdekaan Republik Indonesia. Kita ingin membangkitkan rasa nasionalisme dan patriotisme di kalangan masyarakat," ujarnya.

Oleh karenanya, lanjut Arief, dirinya secara pribadi dan juga mewakili Pemkot Tangerang mengapresiasi para Ketua RW, di tengah keterbatasan kelengkapan upacara maupun sarananya, namun tetap gigih dan semangat bersama-sama masyarakat melaksanakan upacara bendera.

"Kami atas nama pemkot memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang kemarin mengadakan apel bendera. Enggak ada lahan, pinggir kali dipakai, enggak ada kendaraan gerobak pun dipakai," ucapnya.

Sebagai bentuk penghargaan, Arief memberikan hadiah berupa sepeda kepada dua Ketua RW yang dinilai paling unik dalam melaksanan upacara bendera. Mereka adalah Sunarno, Ketua RW 06 Panunggangan Barat Cibodas dan Marun, Ketua RW Sudimara Pinang, termasuk juga tiga pengibar bendera merah putih dari Jurumudi.

"Ini ada dua RW dan tiga petugas pengibar bendera, ini yang di Panunggangan Barat itu luar biasanya. Pak RW ini mengadakan apel bersama warganya mungkin ini hal biasa, namun yang luar biasa keseriusannya, sampai diadakan inspeksi pasukan mengadakan gerobak keliling," paparnya.

"Coba pak RW praktekin, inspeksi tuh para peserta apel," ujar Arief kepada Sunarno yang juga langsung mempraktikkan gayanya dalam menginspeksi pasukan lengkap dengan gerobak dan ajudannya.

Arief mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh masyarakat tersebut menjadi bukti bahwa rasa nasionalisme itu masih ada dan tugas pemerintah untuk terus menjaga dan membangkitkan kembali semangat berbangsa dan bernegara.

"Tugas kita lah menumbuhkan semangat berbangsa dan bernegara," pungkasnya," ujarnya. [ard]

Editor: Arif Darma
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Wali Kota Tangerang Terbawa Emosi Insiden Bendera Merah Putih Terbalik

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top