Senin, 18 Desember 2017 |
News Room - Hukum

Wali Kota Cilegon Jadi Tersangka Suap Perizinan Transmart, Ini Penjelasan KPK

Sabtu, 23 Sept 2017 | 19:28 WIB Dibaca: 632 Pengunjung

Wali Kota Cilegon Tubagus Iman Ariyadi.*

JAKARTA, [NEWSmedia] - KPK menetapkan Wali Kota Cilegon Tubagus Iman Ariyadi sebagai tersangka kasus suap. Penetapan tersangka Iman terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan di Kota Cilegon, Banten pada Jumat (22/9/2017) malam.

"Setelah pemeriksaan, ditemukan bukti permulaan yang cukup berkaitan tindak pidana penerimaan hadiah dan janji, KPK meningkatkan status ke penyidikan dan menetapkan enam tersangka," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Sabtu (23/9/2017).

Selain Iman, KPK juga menetapkan Kepala Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kota Cilegon Ahmad Dita Prawira dan seorang bernama Hendry. Mereka bertiga sebagai tersangka penerima suap.

Sementara dari pihak pemberi suap, KPK menetapkan Project Manager PT Brantas Abipraya Bayu Dwinanto Utomo dan Direktur Utama PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC) Tubagus Dony Sugihmukti serta Legal Manager PT KIEC Eka Wandoro.

Penetapan para tersangka tersebut berkaitan dengan pengurusan izin amdal pembangunan Transmart di Kota Cilegon, yang akan menyewa lahan milik PT KIEC (anak perusahaan PT Krakatau Steel). 

"Diindikasian pemberian suap terkait proses perizinan rekomendasi amdal, perizinan Transmart," ungkap Basaria.

Basaria mengatakan, yang terjadi di Kota Cilegon kali ini merupakan modus baru korupsi. "KPK mengungkap modus baru (korupsi) berbentuk aliran CSR kepada klub sepakbola CU Football Club (Cilegon United FC-red)," ujarnya.

Adapun uang suap yang diberikan yaitu sebesar Rp1,5 miliar yang dibuat sebagai dana Corporate Social Responsibility (CSR).

"Untuk memberikan (suap) Rp1,5 miliar, perusahaan (PT KIEC-red) bingung mengeluarkan dalam bentuk apa. Akhirnya disepakati CSR nya perusahaan tersebut. Yang dipilih jadi sasaran CSR atas petunjuk TIA (Wali Kota Cilegon-red) adalah CU Football Club," terang Basaria.

Ia pun mengungkap aliran dana suap tersebut tahap pertama telah diberikan dengan cara ditransfer ke rekening klub sepakbola Cilegon United FC sebesar Rp800 juta.

"Dan Rp800 juta diamankan saat OTT," ujar Basaria,seraya mengatakan pihaknya akan terus mendalami bukti-bukti lain, dan untuk kepentingan penyidikan, KPK telah menyegel beberapa tempat, di antaranya kantor Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kota Cilegon, kemudian kantor klub sepakbola Cilegon United FC, dan ruang keuangan PT KIEC.

Wali Kota Datang Sendiri ke KPK

Pada kesempatan itu, Basaria mengungkapkan bahwa Wali Kota Cilegon Tubagus Iman Ariyadi memang tidak ada dalam OTT pada Jumat (22/9/2017) malam. Ia mendatangi KPK setelah mengetahui jajarannya terjaring OTT.

"Terima kasih kesadarannya untuk datang sendiri. Tapi meskipun tidak datang, tetap akan dijemput," tuturnya.

Basaria pun mengingatkan, penyelenggaraan pemerintahan harus menjunjung tinggi akuntabilitas dan transparansi. "Proses perizinan harus lebih sedrhana, mudah diakses, biaya yang dikenakan harus sesiai dgn ketentuan yg berlaku," ujarnya. [idr]

Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Wali Kota Cilegon Jadi Tersangka Suap Perizinan Transmart, Ini Penjelasan KPK
Top