Minggu, 17 Desember 2017 |
News Room

Wakil Rektor Universitas Bung Karno Puji Pemerintah Soal Peta Baru NKRI

Minggu, 23 Jul 2017 | 19:20 WIB Dibaca: 884 Pengunjung

Wakil Rektor Universitas Bung Karno,Teguh Santosa.*

JAKARTA, [NEWSmedia] - Kalangan akademisi menyambut baik inisiatif pemerintah membuat peta baru wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dalam peta baru itu ada perubahan nama wilayah Laut China Selatan menjadi Laut Natuna Utara. 

Wakil Rektor Universitas Bung Karno (UBK), Teguh Santosa. Teguh menilai pembuatan peta itu sebagai langkah yang tepat di saat gelombang baru pertarungan kepentingan di level regional dan global.

Peta baru itu, kata dia, dipandang sebagai upaya pemerintah membentengi kedaulatan dan menegakkan kewibawaan negara dalam berinteraksi dengan negara-negara tetangga terdekat, sekaligus menciptakan kepastian hukum internasional. 

"Ini adalah sinyal yang cukup tegas dari pemerintah Indonesia, tidak hanya untuk negara tetangga, tetapi juga untuk negara-negara lain di sekitar kawasan. Peta baru ini memperlihatkan komitmen kuat Indonesia menciptakan kepastian hukum internasional dan menjaga perdamaian di kawasan," kata Teguh dalam siaran pers yang diterima NEWSmedia, Sabtu (22/7/2017).

Teguh juga mengatakan, peta baru itu bukan sinyal agresivitas Indonesia. Justru dengan begitu, kata dia, Indonesia membantu negara-negara lain agar punya cara pandang yang sama terhadap batas-batas teritori, sehingga tidak saling mengganggu.

"Indonesia menghormati kemerdekaan dan kedaulatan negara-negara lain, serta bersedia bekerja sama dengan negara-negara lain, tanpa mengurangi kedaulatan masing-masing. Konsep laut nusantara yang diperjuangkan pendahulu kita dan diakui UNCLOS memberikan kesempatan kepada dunia internasional untuk menggunakan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) selagi tidak bertentangan dengan kedaulatan dan perdamaian," papar Dosen Hubungan Internasional Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Dengan peta baru wilayah NKRI itu, Teguh berharap insiden di perairan Natuna tahun lalu akibat kapal-kapal ikan milik Republik Rakyat China dengan leluasa memasuki perairan Indonesia, tidak akan terulang.   

Terkait penggunaan istilah Laut Natuna Utara dalam peta baru NKRI, Teguh juga memuji pemerintah. Menurut dia, pemilihan nama Laut Natuna Utara untuk menggantikan istilah Laut China Selatan, diangap sebagai langkah yang brilian.

"Penggunaan istilah Laut Natuna Utara itu brilian, sebuah penegasan atas kedaulatan dan memperlihatkan penghormatan kita pada perdamaian dan stabilitas kawasan," tutur Teguh.

Diketahui, selain mengganti istilah Laut China Selatan dengan Laut Natuna Utara, peta baru itu juga memuat batas wilayah perairan yang lebih tegas antara Indonesia dan Filipina, Malaysia juga Palau, menyusul perjanjian perbatasan Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) dengan ketiga negara itu beberapa waktu lalu. [fars/*]

Editor: Rapih Herdiansyah
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Wakil Rektor Universitas Bung Karno Puji Pemerintah Soal Peta Baru NKRI
Top