Kamis, 09 Juli 2020 |
News Room - Politik

Waketum Gerindra Dianggap Ikut-ikutan, Lantas Siapa Dalang Isu PDIP 'PKI' ini?

Rabu, 02 Agt 2017 | 16:02 WIB Dibaca: 827 Pengunjung

ilustrasi.*

JAKARTA, [NEWSmedia] - PDIP kembali mendapatkan tuduhan yang dikaitkan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI), menyusul pernyataan Waketum Partai Gerindra, Arief Poyuono yang mengatakan 'Wajar PDIP disamakan dengan PKI'. PDIP pun merasa heran kerap diterpa fitnah terkait isu PKI. Ada sejumlah pihak yang dituding melancarkan isu ini. Siapa dalangnya?

"Ini ekses desukarnoisasi yang masih dilanjut hingga zaman reformasi. Tujuannya untuk delegitimasi PDIP, menjelang pemilu, pileg, pilpres untuk nyerang partai maupun individu-individu kader termasuk Bu Mega (Ketum PDIP) dan (Presiden) Jokowi," ujar politikus PDIP, Eva Kusuma Sundari, Selasa (1/8/2017) malam.

Eva mengatakan ada sejumlah pihak yang terang-terangan melontarkan isu PKI terhadap PDIP. Dia pun menyebut salah satu nama, yakni Alfian Tanjung.

Lantas siapa dalang di balik isu PDIP 'PKI' ini?

"Jadi siapa yang suka pakai fitnah PKI? Ya semua pihak termasuk yang tidak suka Bung Karno sehingga akhirnya dikudeta, maupun lawan-lawan politik PDIP," jawab Eva.

Soal manuver Waketum Gerindra Arief Poyuono yang melontarkan pernyataan 'wajar PDIP disamakan dengan PKI', anggota Komisi XI DPR ini mengatakan itu hanya langkah follower semata. Arief disebut Eva hanya mengikuti strategi lawan PDIP sebelumnya dengan melakukan serangan soal PKI ini.

"Kalau soal Gerindra? Arif itu hanya numpangi saja, ikut-ikut strategi lawan PDIP karena sejak Gerindra belum lahir serangan itu sudah ada. Motifnya? Murni politik," tukasnya.

"Wong aku lulusan terbaik P4 paket 144 jam (paling tinggi) dan PNS 11 tahun yang sudah kenyang litsus-litsus aja di-PKI-kan kok padahal 2 orang tua PNS guru," imbuh Eva.

Isu PKI dikatakannya dipakai sebagai bagian dari kampanye hitam untuk partai berlambang banteng moncong putih itu. Eva juga mengatakan, black campaign juga menyerang kader-kader PDIP yang akan berlaga dalam pemilu.

"Pokoknya kalau PDIP dan kader-kader tangguhnya mau tarung maka lawan akan pakai cara kampanye hitam ini," kata dia.

Isu soal PKI ini kembali mencuat setelah Arief Poyuono mengomentari soal presidential threshold dalam UU Pemilu. Dia mengatakan 'wajar PDIP disamakan dengan PKI'.

Meski Arief sudah meminta maaf, Gerindra akan memberikan teguran kepadanya. Bahwa sang ketum, Prabowo Subianto, ikut menyoroti ucapan Arief.

"Ketua umum kami, Pak Prabowo, sangat memperhatikan kasus yang seharusnya tak perlu terjadi ini," ucap Waketum Gerindra Fadli Zon dalam keterangannya, Rabu (2/8/2017).

Wakil Ketua DPR ini pun menyatakan, pendapat Arief bukan pandangan partai. Fadli juga menilai pernyataan itu tidak pantas.

"Pernyataan Saudara Arief Poyuono yang dianggap tak pantas dan menyerang PDIP itu sifatnya adalah pandangan pribadi, jadi tidak mewakili sikap dan pandangan partai. Itu sebabnya Pak Prabowo menyampaikan pesan agar persoalan ini diklarifikasi, jangan sampai mengganggu hubungan kelembagaan antara Partai Gerindra dengan PDIP," tutupnya.  [dtc]

Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Waketum Gerindra Dianggap Ikut-ikutan, Lantas Siapa Dalang Isu PDIP 'PKI' ini?
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top