Rabu, 23 Agustus 2017 |
News Room - Pendidikan - Pemerintahan

Wagub Banten Inginkan Fasilitas SMA/SMK di Kota dan Desa Sama

Sabtu, 17 Jun 2017 | 12:24 WIB Dibaca: 213 Pengunjung

Laboratorium SMA. (ilustrasi)

SERANG, [NEWSmedia] - Pemerintah Provinsi Banten mencanangkan pembangunan 1.000 ruang kelas baru, dimulai pada tahun 2018. Dengan demikian, semua lulusan SMP/ MTs bisa melanjutkan sekolah ke jenjang selanjutnya.

Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy mengatakan, kini Pemprov Banten tengah melakukan inventarisasi keberadaan dan kebutuhan ruang kelas SMA dan SMK yang ada di Banten.

“Saya dan Gubernur Banten, akan langsung tancap gas, termasuk soal pembangunan 1.000 ruang kelas baru, dimana ini merupakan bagian dari janji kampanye kami di bidang pendidikan,” ujar Andika, saat memberikan sambutan dalam acara Safari Ramadhan di DPD Partai Golkar Kabupaten Serang. Jumat (17/6/2017) 

Andika menegaskan, ditargetkannya pembangunan 1.000 ruang kelas baru SMA dan SMK tersebut, mengingat saat ini Pemprov diberikan kewenangan di bidang pengelolaan pendidikan menengah atas.

“Kami kini sedang merancang agar semua fasilitas SMA atau SMK itu sama. Jadi nanti tidak ada perbedaan fasilitas antara SMA yang di kota dan di desa. Kalau SMA di kota punya laboratorium komputer, SMA di desa juga harus ada,” pungkasnya. 

Sementara, Kepala Bidang SMA/SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Aep Junaedi mengatakan, Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, tidak menginginkan adanya sekolah SMA/ SMK yang rusak apalagi roboh, dengan demikian, pihaknya saat ini sedang melakukan analisa terhadap kebutuhan sarana dan prasarana SMA dan SMK di Banten.

"Contoh di SMK, dari rombongan belajar kita berjumlah 1.950, kekurangan ruang kelas 332, ini akan diperhatiakan oleh Gubernur dan siap diselesaikan ditahun 2018, kita punya enam SMKN baru di Banten yang belum punya gedung, ini juga akan menjadi skala prioritas pak gubernur," terangnya. 

Sementara itu, Anggota Komisi V DPRD Banten, Tuti Elfita mengatakan, untuk tahun ini, pihaknya telah menyiapkan anggaran untuk rehabilitasi sekolah yang rusak, sementara untuk pembanguan gedung baru, akan dimulai pada tahun 2018.

"Insya Allah tahun depan sudah direncanakan untuk pembanguan gedung baru, kalau tahun ini khusus untuk rehab ringan dan parah saja, sudah dianggarkan untuk rehab saja tahun ini sekitar 38 Milyar," kata Tuti.

Persoalan pendidikan, lanjut Tuti, rata-rata lama sekolah (RLS) masyarakat Banten baru 8,4 tahun, artinya, tidak semua lulusan SMP/ MTs melanjutkan ke SMA atau SMK, hal tersebut kemungkinan karena biaya sekolah yang mahal atau para lulusan SMP/ MTs lebih memilih bekerja dan lain sebagainya.

"Kalau rata lama sekolah saja sembilan tahun, baru lulus SMP atau MTs, kami berharap semua tamatan SMP dan MTs bisa melanjutkan dan tertampung semuanya di SMA atau SMK," pungkasnya. [Red/Ahi]

Penulis: Ahmad Hifni | Red
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Wagub Banten Inginkan Fasilitas SMA/SMK di Kota dan Desa Sama
Top