Selasa, 19 November 2019 |
News Room

Wagub Andika Minta Perantau Sulsel Ikut Berperan Bangun Banten

Senin, 05 Mar 2018 | 09:23 WIB Dibaca: 282 Pengunjung

Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy saat Pengukuhan Pengurus Badan Pengurus wilayah (BPW) Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) Provinsi Banten 2018-2022 di Hotel Ratu, Kota Serang, Minggu (4/3/2018).*

SERANG, [NEWSmedia] – Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy meminta warga Banten asal Sulawesi Selatan untuk berperan aktif dalam memajukan daerah tempatnya tinggalnya saat ini, yaitu Provinsi Banten.

Selain karena alasan para perantau asal Sulsel dan keturunannya saat ini sudah menjadi warga Banten, menurut Andika, masyarakat Sulsel dan Banten memiliki ikatan sejarah yang erat sejak ratusan tahun yang lalu.

“Sejarah mencatat ulama besar Syekh Yusuf Al-Makassari, pada masa Kesultanan Sultan Ageng Tirtayasa sekitar tahun 1670 masehi, diangkat menjadi mufti Kesultanan Banten dan sekaligus menjadi penasehat dalam urusan pemerintahan,” kata Andika saat menghadiri Pengukuhan pengurus Badan Pengurus wilayah (BPW) Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) Provinsi Banten 2018-2022 di Hotel Ratu, Kota Serang, Minggu (4/3/2018).

Lebih jauh Andika mengungkapkan, Hakamuddin Jamal yang menjabat sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Banten pertama sejak 17 November 2000 sampai dengan 11 Januari 2002 merupakan warga Sulawesi Selatan.

“Karena itu, Banten dan Sulawesi Selatan memiliki sejarah historis hubungan kekerabatan yang erat. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Banten berharap seluruh unsur Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) serta Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) terus bersinergi dalam pembangunan daerah di Provinsi Banten,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum BPP KKSK, Andi Jamaro mengatakan, Syekh Yusuf Al-Makassari saat datang ke Banten untuk membantu Kesultanan Banten dalam menghadapi pemerintah kolonial Belanda, bersama 400 santrinya yang semuanya laki-laki.

“Jadi sampai saat ini dari 400 santri itu kalau dihitung-hitung sudah beranak-pinak di Banten selama 12 generasi. Kalau setiap keluarga di setiap generasi itu punya anak 2 saja, sudah 1 jutaan orang keturunan Sulsel yang menjadi orang Banten sampai saat ini,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjutnya,  selain menjadi kewajiban bagi para perantau Sulsel di Banten dan keturunannya untuk berperan aktif dalam pembangunan di Banten, juga menjadi tidak ada alasan untuk hidup tidak toleran dan membeda-bedakan suku.

“Sekarang ini Anda semua ini adalah orang Banten yang kebetulan berasal dari Sulsel. Kerukunan adalah sebuah keniscayaan,” imbuhnya.

Lebih jauh Andi mengatakan, falsafah leluhur orang Sulsel juga mewajibkan orang Sulsel untuk membangun daerah perantauan, alias bukan hanya menjadikan daerah perantauan hanya sebagai tempat mencari penghidupan.

“Orang tua leluhur orang Bugis-Makassar bilang, tanamlah pohon kelapa dan jangan pulang kalau belum berbuah. Itu artinya orang tua kita meminta kita untuk membangun daerah perantauan karena pohon kelapa itu sampai berbuah butuh tahunan tidak seperti padi atau jagung yang hanya butuh waktu bulanan. Itu sehingga kita juga harus membangun daerah tersebut seperti daerah sendiri,” pungkasnya. [dham]

Editor: Ahmad Hifni
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Wagub Andika Minta Perantau Sulsel Ikut Berperan Bangun Banten
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top