Rabu, 24 Oktober 2018 |
News Room - Politik

Waduh, Pencapresan Jokowi oleh PKB 'Dibarter' Dengan Sekolah 8 Jam

Senin, 07 Agt 2017 | 18:03 WIB Dibaca: 315 Pengunjung

Presiden Jokowi bersama Muhaimin Iskandar.*

JAKARTA, [NEWSmedia] - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melontarkan ancaman kepada Presiden Jokowi, Partai besutan Gus Dur tersebut tidak akan mencalonkan kembali Jokowi menjadi capres 2019 jika kebijakan sekolah delapan jam sehari dari Senin hingga Jumat tidak dihapus.

"Jangan sampai teriakan kita dianggap teriakan biasa, ini teriakan serius. Kalau tidak dituruti presiden, kita ingin katakan bahwa Jokowi sudah tidak berpihak kepada diniyah, Jokowi sudah menipu umat Islam, Jokowi sudah tidak perlu kita pertahankan (buat) 2019," ujar Wasekjen PKB Maman Imanulhaq di The Acacia Hotel, Jl Kramat, Jakarta Pusat, Senin (7/8/2017).

Menurut Maman, kebijakan sekolah 8 jam selama 5 hari ini menyangkut kepentingan umat. Kebijakan yang dikeluarkan melalui Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 ini dianggap mempengaruhi eksistensi Madrasah dan Pondok Pesantren (Pondok Pesantren).

Suara penolakan terhadap Permendikbud 23/2017 perlu terus digemakan. Menurut Maman, perjuangan penolakan aturan ini bukan semata-mata tanpa alasan yang kuat.

Lebih lanjut, padahal Madrasah dan Ponpes merupakan tempat pendidikan bagi para santri yang sedari dulu ikut berjuang membela negara ini. Oleh karenanya, penolakan Permendikbud 23/2017 ini menurut Maman juga soal sejarah.

"Ini perlu, ini soal perjuangan umat Islam, ini soal perjuangan sejarah, ini soal pemihakan terhadap NKRI dan Pancasila," anggota Komisi VIII DPR ini.

Sementara Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin), masih enggan bicara sosok yang akan diusung pada Pilpres 2019 mendatang, termasuk kemungkinan mengusung Joko Widodo (Jokowi) kembali. Padahal, elite PKB mengancam tak akan mencapreskan Jokowi lagi terkait polemik sekolah 8 jam.

"Pilpres masih lama. Saya berharap kita tidak masuk wacana Pilpres dulu, saya khawatir presiden terganggu konsentrasinya terutama apalagi kalau ada motif-motif mencalonkan," ujar Cak Imin.

Cak Imin ingin Jokowi fokus menyelesaikan pembangunan hingga 2019. Kalaupun hendak bicara Pilpres, dia mengatakan tahun depan merupakan waktu yang tepat.

"Bagi PKB, hentikan dulu lah wacana Pilpres. 2018 baru kita bicarakan," sebutnya. [Dtc]

Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Waduh, Pencapresan Jokowi oleh PKB 'Dibarter' Dengan Sekolah 8 Jam
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top