Senin, 26 Agustus 2019 |
News Room

Wacana PNS Boleh Kerja dari Rumah, Manjakan Aparatur Sipil Negara?

Kamis, 15 Agt 2019 | 16:40 WIB Dibaca: 161 Pengunjung

Foto Ilustrasi. *

[NEWSmedia ] - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mengeluarkan wacana bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) atau sering juga disebut Pegawai Negeri Sipil (PNS) bisa bekerja di rumah. Langkah ini mendapat dukungan banyak pihak. Namun, tak sedikit yang sangsi, mengingat kualitas PNS saat ini masih belum maksimal. 

Menteri PANRB Syafruddin menyatakan, wacana PNS bisa bekerja di rumah muncul setelah melihat perkembangan teknologi. Dengan memanfaatkan teknologi, orang bisa bekerja di mana saja, kapan saja. "Teknologi ada. Ya, supaya tidak jenuh juga," kata dia pada Rabu (14/8/2019).

Syafruddin melanjutkan, masyarakat jangan menyamaratakan wacana ini dengan cara para milenial membangun perusahaan rintisan. Saat ini, banyak wirausaha muda yang membangun bisnis tanpa kantor. Mereka setiap hari bisa bekerja di mana pun seperti rumah, coworking space atau kafe.

Menurutnya, jika wacana ini diterapkan, bukan berarti ASN bisa kerja terus-menerus tanpa masuk kantor. "Bekerja di rumah bukan berarti PNS tidak masuk kantor, tapi untuk memudahkan pekerjaan serta reward bagi pegawai yang berprestasi saja," ujarnya.

Dia mencontohkan dirinya yang tidak harus berada di kantor hingga malam. Cukup dengan membawa sisa pekerjaan ke rumah, itu sudah bisa disebut bekerja dari rumah.

Lebih lanjut, Syafruddin menjelaskan, sistem reward dengan kerja di rumah yang dianut negara tetangga, contohnya Australia. Di negara tersebut, pegawai yang berprestasi boleh bekerja di rumah setiap hari Rabu.

Namun sepertinya wacana ini belum mendapat persetujuan dari beberapa pihak. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, rencana kebijakan PNS bekerja dari rumah sulit diterapkan. Sebab, menurut dia, akan menyulitkan koordinasi.

"Kalau kita bicara sekarang ya belum, karena hadir di kantor saja kadang-kadang tidak disiplin apalagi tidak hadir nanti kosong kantor, gimana tuh orang menghadap," kata JK.

Dia mengatakan, para PNS bekerja di rumah hanya dapat diterapkan bagi tenaga administrasi.

"Jadi agak sulit. Yang bisa di rumah itu kadang-kadang seperti perencanaan. Engineering. Atau mungkin saja start up. Karena tidak ada kantornya, di garasi saja. Tapi untuk kantor pemerintah, ya mungkin belum pada saat sekarang. Bukan mungkin belum, mungkin tidak pada saat sekarang," ungkapnya.

"Tapi yang namanya juga pemerintah ada kadar tingkat disiplinnya, kalau kerja di rumah dia tidur-tiduran, tidak ada yang bisa melihat kan? Jadi tetap saja perlu mungkin pada waktunya nanti, bisa saja," lanjut JK.

Pengamat Kebijakan Publik, Trubus Rahardiansyah mengatakan, ada beberapa yang perlu menjadi perhatian pemerintah jika sistem kerja PNS dari rumah ini diterapkan.

Pertama, soal pengawasan akan kerja para PNS setiap harinya. Pengawasan ini perlu dilakukan secara ketat agar sistem kerja ini tidak justru membuat PNS jadi malas bekerja.

"Ini siapa yang mengawasi, apakah KASN atau ada lembaga sendiri yang akan mengawasi. Ini perlu dipikirkan," tutur dia

Kedua, tidak semua jenis pekerjaan bisa dilakukan dari rumah. Sebagai contoh, pekerjaan terkait layanan publik yang harus dilakukan dengan bertatap muka dengan masyarakat, maka harus tetap dilakukan di kantor atau di instansi terkait.

"Jadi tidak semua pekerjaan bisa dikerjakan dari rumah. Ada pekerjaan-pekerjaan (PNS) yang langsung bersentuhan dengan publik. Ingat, ASN itu adalah pelayan masyarakat, jadi tidak boleh masyarakat dirugikan. Dan yang paling penting masalah disiplin bekerja, karena banyak ASN yang masih kurang disiplin. Selama ini penegakkan disiplinnya masih lemah," tandas dia. [lpt

Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Wacana PNS Boleh Kerja dari Rumah, Manjakan Aparatur Sipil Negara?
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top