Rabu, 02 Desember 2020 |
News Room

Usut Kasus Bakamla, KPK Periksa Bagian Keuangan Saidah Group

Jumat, 13 Jan 2017 | 12:30 WIB Dibaca: 834 Pengunjung

Foto Ilustrasi.*

JAKARTA, [NEWSmedia] - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan suap proyek pengadaan alat monitoring satelit di Badan Keamanan Laut (Bakamla). Hari ini, penyidik memanggil bagian keuangan Saidah Group, Sriyati Mutiah.

Sejatinya, Sriyati akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Eko Susilo Hadi. Dalam hal ini, yang bersangkutan akan dikorek keterangannya untuk mengusut keterlibatan pihak lain dalam kasus dugaan suap tersebut.

"Sriyati Mutiah diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ESH (‎Deputi Informasi, Hukum dan Kerjasama Bakamla, Eko Susilo Hadi)," ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.

Berdasarkan penelusuran, Saidah Group merupakan salah satu perusahaan milik keluarga suami Inneke Koesherawaty, Fahmi Darmawansyah. Fahmi sendiri saat ini telah ditetapkan tersangka sebagai pemberi suap proyek itu.

Selain Sriyati, penyidik juga memanggil pihak swasta Danang Sriratityo Hutomo dan pegawai PT Merial Esa, Hardy Stefanus sebagai saksi untuk Eko Susilo Hadi. Eko saat ini juga diperiksa penyidik KPK sebagai saksi untuk tersangka Muhammad Adami Okta.

"Penyidik juga memanggil tersangka ESH untuk diperiksa sebagai saksi untuk tersangka M‎AO (pegawai PT Merial Esa, M. Adami Okta)," tukas Febri.

KPK telah menetapkan empat orang tersangka dalam kasus dugaan suap tersebut. Mereka adalah Deputi Informasi Hukum dan Kerjasama Bakamla, Eko Susilo Hadi‎ serta tiga pejabat PT Merial Esa Indonesia yakni Fahmi Dharmawansyah, Hardi Stefanus, dan Muhammad Adami Okta.

Ketiga pejabat PT ME sebagai pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 uu 31 tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana telah diubah pada uu 20 tahun 2001 jo 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Untuk Eko Susilo sebagai penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tipikor sebagaimana telah diubah dalam No 20 tahun 2001.

Sementara itu, pihak POM TNI sendiri telah menahan dan menetapkan satu tersangka lainnya yakni Direktur Data dan Informasi Bakamla, Laksmana Pertama (Laksma) Bambang Udoyo. [dtn]

Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Usut Kasus Bakamla, KPK Periksa Bagian Keuangan Saidah Group

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top