Kamis, 09 Juli 2020 |
News Room - Peristiwa

Unras di Pengadilan Negeri Serang Ricuh, Pendemo Bentrok Dengan Polisi

Selasa, 01 Nov 2016 | 14:02 WIB Dibaca: 1524 Pengunjung

Simulasi penanganan pengamanan unjuk rasa di depan Pengadilan Negeri Serang, Selasa (1/11/2016).*

SERANG, (NEWSmedia) – Pengadilan Negeri Serang pada Selasa (1/11/2016) siang, didatangi puluhan orang yang menggelar unjuk rasa karena kecewa terhadap keputusan majelis hakim. Aksi berlangsung ricuh, pendemo bentrok dengan polisi yang mengamankan demonstrasi.

Pantauan NEWSmedia, puluhan pengunjuk rasa yang datang tiba-tiba mendesak untuk masuk ke dalam Pengadilan Negeri Serang. Saat itu, jajaran kepolisian telah berjaga dan membuat barisan untuk menghadang para demonstran.

Para pengunjuk rasa berupaya menerobos barisan aparat kepolisian yang berjaga, sehingga terjadi baku hantam. Polisi pun mengeluarkan tembakan gas air mata untuk membubarkan massa aksi yang tak terkendali.

Karena kondisi yang semakin memanas, disusul adanya pembakaran ban, akhirnya satu unit water canon dari Polres Serang diturunkan untuk membubarkan pendemo. Dalam peristiwa ini, beberapa pengunjuk rasa terluka dan harus menjalani evakuasi di rumah sakit.

“Kita diminta kerjasama oleh Pengadilan Negeri Serang untuk melaksanakan simulasi kerusuhan, sebagai antisipasi manakala pada saat pelaksanaan sidang terjadi kerusuhan,” kata Kabag Ops Polres Serang Kompol Agung Cahyono, usai memimpin simulasi penanganan pengamanan.

Agung menjelaskan, pelaksanaan simulasi pengamanan ini digelar untuk menggambarkan situasi jika terjadi aksi protes yang dilakukan oleh massa aksi yang tidak terkendali.

“Jadi (dengan simulasi) pegawai PN Serang sudah tahu harus berbuat apa,” ujar Agung.

Sementara itu, Ketua Pengadilan Negeri Serang, Dedeh Suryanti mengatakan, dalam simulasi ini seluruh hakim dan jajaran pegawai turut terlibat. Menurutnya, simulasi ini juga sebagai persyaratan untuk akreditasi penjaminan mutu dari Mahkamah Agung (MA) melalui Badan Peradilan Umum (Badilum).

“Ini sebagai pembelajaran, sekiranya saat ada sikap tidak puas dari pencari keadilan, kita semua tahu harus melakukan apa. Ini juga untuk memenuhi syarat akreditasi dari Badilum,” kata Dede, menegaskan. [vredo]

Penulis: Vredo Putra
Editor: Arif Darma
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Unras di Pengadilan Negeri Serang Ricuh, Pendemo Bentrok Dengan Polisi

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top