Jumat, 28 Februari 2020 |
News Room - Politik - Banten Memilih

Ulama Sesalkan Sikap Cawagub Banten Embay di Debat Kedua Pilkada

Selasa, 31 Jan 2017 | 22:41 WIB Dibaca: 6119 Pengunjung

Calon Wakil Gubernur Banten Embay Mulya Syarief yang merupakan pasangan calon gubernur Rano Karno saat acara debat pilkada, Minggu (29/1/2017). (Foto: Repro)

SERANG, [NEWSmedia] - Putaran kedua debat Pilkada Banten 2017 di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, Jakarta, Minggu (29/1/2017) sempat menimbulkan kegaduhan setelah calon Wakil Gubernur Banten Embay Mulya Syarief menyerang pribadi Calon Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy.

Insiden kegaduhan terjadi karena Cawagub Embay Mulya Syarief yang berpasangan dengan Rano Karno, menyinggung pribadi Cawagub Andika Hazrumy dengan kalimat pepatah ‘Buah tidak pernah jatuh jauh dari pohonnya’.

Saat itu, Embay sedang mendapat kesempatan untuk mengungkapkan pandangannya terkait pasangan calon, dengan pertanyaan yang diajukan oleh pembawa acara ‘Bagamana menurut Anda, apa kelebihan paslon lawan?’

“Saya mengamati pasangan Pak Wahidin, Pak Andika ini sangat cocok. Cocok seperti kakek dan cucunya. Pak Wahidin sukses memimpin Kota Tangerang dua periode, makanya lebih cocok jadi Wali Kota Tangerang saja,” jawab Embay.

“Andika masih muda, masih punya waktu untuk memperbaiki diri. Jangan sampai nanti terpengaruh oleh sikap-sikap yang tidak baik, seperti misalnya korupsi. Karena ada sebuah pepatah mengatakan, yang namanya pohon itu, buahnya tidak pernah jatuh jauh dari pohonnya. Nah itu, ya,” sambung dia.

Pernyataan terkait Andika ini yang membuat Embay diteriaki oleh pendukung pasangan Wahidin Halim-Andika Hazrumy di kursi penonton. Pernyataan Embay itu membuat suasana menjadi gaduh, penonton bereaksi dan Embay pun sempat mendekati ke arah pendukung WH-Andika dengan wajah terlihat emosi.

Saat itu pembawa acara mempersilakan Embay untuk melanjutkan karena waktu masih belum habis. "Jadi Andika lebih cocok memeprsiapkan diri untuk menjadi pemimpin masa depan," kata Embay, menuntaskan pandangannya.

Simak: Tayangan Video Debat Pilkada Banten Saat Embay Menyerang Andika

Namun sikap tersebut banyak disesalkan, termasuk salah satunya oleh Pimpinan Majelis Pesantren Salafiyah (MPS) Provinsi Banten KH Matin Syarkowi yang juga Ketua Pengurus Cabang NU Kota Serang.

“Sesungguhnya itu sebuah kekeliruan. Menilai calon itu bukan dari persoalan masa lalu, walaupun terkadang, masa lalu itu menjadi sebuah ukuran. Tapi persoalannya kan tidak ke wilayah sana,” kata Matin Syarkowi kepada NEWSmedia, saat diminta tanggapan mengenai pelaksanaan debat kedua calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten 2017.

Matin mengatakan, dalam debat yang sesungguhnya para kandidat seharusnya menyampaikan visi dan misi bukan menyerang sisi pribadi lawan. Debat publik juga dianggap sebuah kampanye untuk meyakinkan masyarakat bahwa calon pemimpin yang akan dipilih nanti, bisa sesuai dengan harapan.

Simak: Video Full Debat Pilkada Banten 2017, Minggu, 29 Januari 2017

“Debat ini kan meyakinkan kepada masyarakat untuk memilih dan meyampaikan gagasan yang rasional dan visioner, tidak menyerang pribadi. Siapapun bisa bicara seperti itu, namanya kondisi. Biarlah masyarakat yang menilai,” ujarnya.

KH Matin yang juga Ketua PCNU Kota Serang berharap dalam Pilkada Banten yang akan berlangsung pada 15 Februari 2017, masyarakat bisa memilih secara dewasa dan tidak ada gejolak yang bisa menimbulkan permusuhan sesama umat.

“Tidak ada untungnya bagi rakyat untuk bergejolak. Yang penting kita ciptakan pilkada damai,” tuturnya. [vredo]

Penulis: Vredo Putra
Editor: Arif Darma
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Ulama Sesalkan Sikap Cawagub Banten Embay di Debat Kedua Pilkada
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top