Jumat, 10 Juli 2020 |
News Room

Ulama Banten Sikapi Pembakaran Bendera HTI di Garut

Jumat, 26 Okt 2018 | 15:36 WIB Dibaca: 651 Pengunjung

Pernyataan sikap ulama Banten di Depan Masjid Agung Banten, Kasemen, Kota Serang, Jumat (26/10/2018).*

SERANG, [NEWSmedia] - Para ulama di Provinsi Banten menyikapi pembakaran bendera HTI saat upacara Hari Santri Nasional (HSN) di Garut pada hari Senin, 22 Oktober 2018.

Pernyataan sikap dipimpin oleh Ketua MUI Provinsi Banten, A.M Romly didampingi para Ketua MUI kabupaten/ kota se-Provinsi Banten serta Kapolda Banten, Brigjen Pol Teddy Minahasa dan Danrem 0604/ Maulana Yusuf, Kolonel Czi Budi Hariswanto di Depan Masjid Agung Kesultanan Banten, Kota Serang, Jum'at (26/10/2018).

Berikut Pernyataan Sikap Ulama dan Santri di Provinsi Banten:

1. Kejadian di Garut pada tanggal 22 Oktober 2018 saat perayaan Hari Santri Nasional adalah insiden pembakaran bendera HTI yang merupakan ormas terlarang di Indonesia.

2. Kepada sesama umat muslim di Indonesia agar saling menahan diri dan tidak terprovokasi.

3. Marilah bersama-sama berkomitmen menjaga persatuan bangsa dan menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

Ketua MUI Banten, A.M Romly mengungkapkan, hal tersebut dilakukan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai keindonesiaan dan mempertahankan NKRI sebagai negara warisan ulama.

"Kami ingin agar umat Islam tetap bersatu menjaga Ukhuwah Islamiyah, agar NKRI dan Banten tetap tentram, aman dan damai kondusif untuk pembangunan dan menjalankan kehidupan sehari-hari," kata Romly. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Ulama Banten Sikapi Pembakaran Bendera HTI di Garut

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top