Selasa, 13 April 2021 |
News Room

Tragis! Karena Kurang Sosialisasi, Warga Banten Hanya Tahu Ahok Yang 'Nyalon' Gubernur

Selasa, 14 Feb 2017 | 16:20 WIB Dibaca: 1357 Pengunjung

Foto Ilustrasi.*

SERANG, [NEWSmedia] - Jelang H-1 Pilkada Banten 2017, ternyata masih banyak warga Banten yang belum mengetahui bahwa rabu tanggal 15 februari 2017 adalah hari pencoblosan dalam memilih pemimpin Banten.

Tragisnya, warga yang tidak mengetahui adanya pilkada Banten tersebut, adalah warga yang notabene tidak terlalu jauh dari pusat kota.

“Saya tahunya Ahok, calon gubernur DKI,  soalnya kan ramai di televisi,” kata Iroh, salah satu petani padi di wilayah Cikeusal.

Ketika ditanya siapa kedua pasangan calon gubernur, Iroh hanya menggelengkan kepala “Kalau dulu-dulu itu iya kita ada yang mengenalkan. Kalau sekarang gambar-gambar saja enggak ada kayaknya. Malah tahunya Ahok aja kita mah,” katanya.

Hal sama juga terjadi di beberapa desa di Kecamatan Bojonegara. Warga banyak yang belum tahu kalau besok adalah hari pencoblosan. Ketidaktahuan mereka karena berbagai alasan, ada yang mengaku tidak mendapatkan informasi dari penyelenggara pemilu karena kurangnya sosialisasi, ada juga warga yang mengaku tidak mengetahui karena tidak ada masyarakat sekitar yang membicarakan masalah pilgub.

Salah seorang warga Tanjung Kampung, Desa Pakuncen, Kecamatan Bojonegara Hasanudin mengaku, ia tidak mengetahui jika akan ada pemilihan gubernur Banten. 
“Saya lihat ada spanduk ada gambarnya di kampung sebelah, tapi tidak tahu itu calon apa, soalnya masyarakat juga tidak ada yang ngomong-ngomong kalau mau ada pemilihan gubernur. Kalau pemilihan kepala desa kan ramai diomongin setiap hari. Emang kapan pencoblosannya, terus ada berapa calonnya dan siapa saja? malahan baru tahu kalau ada pemilihan lagi,” kata Hasanudin.

Sementara di Kabupaten Lebak, warga cenderung apatis. Marsinah, warga Kampung Tanjungsari mengaku tidak peduli dengan perkembangan Pilgub Banten. Menurutnya, siapapun yang menjadi gubernur tidak berpengaruh terhadap kehidupannya yang sehari-hari sebagai buruh tani. 

“Dari beberapa pergantian gubernur atau bupati, kehidupan kami begini-begini aja. Mereka mau datang ke kita hanya ada maunya doang, setelah jadi semuanya lupa. Namun demikian saya secara pribadi tetap akan menggunakan hak pilih dengan datang ke TPS,” ujarnya.

Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Cikeusal Zamal mengatakan, warga sebenarnya bukan tidak tahu, tetapi kadang pura-pura tidak tahu. 

"Ya itulah masyarakat karena tidak ada calon berikan sesuatu, jadi bilangnya gak tahu,” katanya.

Zamal mengatakan, ketidaktahuan warga bisa juga karena memang  lemahnya tim sukses mengkampanyekan cagub. Ditambah pasangan cagub sendiri hanya beberapa kali melakukan kampanye tatap muka.

“Untuk paslon dari nomor urut satu saja kurang lebih hanya beberapa kali itu juga tidak semua desa. Bahkan untuk nomor urut dua hanya satu kali, kalau untuk penyelenggara lebih masif, kita sudah menyosialisasikan para pemilih pemula, terus tokoh agama dan masyarakat adapun memang APK sedikit tetapi pengaruhnya tidak terlalu besar karena para PPS gencar menyosialisasikan dan sudah membagikan formulir C6 jadi masak sih gak tahu,” katanya.

Ketua KPU Kabupaten Serang Nasehudin mengakui bahwa mungkin saja ada warga yang belum tahu pilgub. "Itu bisa saja terjadi tetapi kita sudah berupaya semaksimal mungkin untuk menaikan angka partisipasi pemilih dari 50-an sampai 70 persen. 

Adapun ketika memang ada warga terdaftar di DPT tetapi sakit tidak bisa hadir ke TPS maka penyelenggara wajib menemuinya sambil membawa kotak suara sesuai dengan surat edaran 151 dari Kemendagri yang diterbitkan tanggal 10 Februari lalu,” katanya. [brc/red]

Editor: Indra Gunawan
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Tragis! Karena Kurang Sosialisasi, Warga Banten Hanya Tahu Ahok Yang 'Nyalon' Gubernur
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top