Selasa, 25 September 2018 |
Pariwisata - News Gallery

Tradisi Unik, Mendandani Jenazah di Tanah Toraja Setiap Tahun

Selasa, 12 Jun 2018 | 16:00 WIB Dibaca: 298 Pengunjung

Jenazah orang Toraja.*

[NEWSmedia] - Setiap masyarakat memiliki tradisi yang berbeda beda dalam kehidupannya. Tak hanya bagi masyarakat yang masih hidup, orang yang sudah mati pun memiliki tradisi dengan diperlakukan dengan cara khusus.

Salah satu yang memiliki tradisi unik adalah suku Toraja di Indonesia. Orang-orang di desa ini memiliki kebiasaan untuk menggali makam kerabat mereka untuk memberikannya perubahan setiap tahunnya.

Bagi mereka mengucapkan selamat tinggal kepada teman atau keluarga yang meninggal adalah sesuatu yang sulit. Mereka percaya orang yang sudah mati akan tetap hidup dalam hati dan pikiran mereka. Tapi bagi masyarakat Toraja, kematian bukanlah sebuah perpisahan, bahkan sang jenazah wajib terus berjalan di bumi dan selalu di rias setiap tahunnya.

Meski terdengar sedikit aneh, pada Agustus keluarga-keluarga di Toraja menggali kembali makam sanak saudara mereka. Para keluarga mencuci, merapikan dan mendandani mereka dengan pakaian baru. Tidak ada satu pun jenazah yang lolos dari tradisi ini. Semua orang dari yang tua sampai yang bayi digali.

Upacara ini dinamakan Ma’nene atau upacara pembersihan mayat. Ritual ini telah menjadi bagian dari kehidupan orang Toraja selama berabad-abad. Meski terlihat sangat aneh bagi masyarakat luar, namun hal ini telah menjadi tradisi yang lumrah bagi orang Toraja.

Setelah di gali dari makamnya, mumi-mumi tersebut akan berjalan di sekitar desa dengan mengikuti garis lurus. Menurut mitos, garis-garis ini terhubung dengan Hyang, entitas spritual dengan kekuatan supranatural. Dengan mengikuti garis lurus, itu tandanya tubuh yang sudah meninggal harus mengikuti jalan yang sama.

Orang-orang Toraja dilaporkan takut untuk melakukan perjalanan jauh, pasalnya tubuh mereka harus kembali ke desa dan bertemu dengan keluarga setelah meninggal. Menurut kepercayaan kuno Toraja, roh yang sudah meninggal harus selalu kembali ke desa asalnya. Alhasil mayat orang Toraja harus dikuburkan di kampung halamannya. Keluarga akan pergi ke tempat pemakaman dan menemani almarhum dengan mengatarnya kembali ke desa.

Memang cukup aneh jika tradisi masyarakat Toraja berpusat pada kematian. Sebelum abad ke-20, orang Toraja dilaporkan tinggal di desa-desa otonom, di mana mereka mempraktikkan animisme pandangan dunia bahwa entitas nob manusia termasuk hewan, tumbuhan dan benda mati memiliki esensi spiritual.

Alhasil ketika orang pada umumnya mengumpulkan semua harta kekayaan untuk merayakan acara pernikahan atau hari ulang tahun besar, namun keluarga Toraja menilai pemakaman sebagai acara paling penting dari semuanya. [okz]

Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Tradisi Unik, Mendandani Jenazah di Tanah Toraja Setiap Tahun

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top