Rabu, 03 Juni 2020 |
News Room - Peristiwa

Tolak Ojek Online di Kota Serang, Opang: Jangan Sampai Ada Pertumpahan Darah!

Senin, 09 Okt 2017 | 12:50 WIB Dibaca: 1185 Pengunjung

Ojek Pangkalan saat berunjukrasa di depan Gedung DPRD Provinsi Banten, Senin (9/10/2017).*

SERANG, [NEWSmedia] - Ratusan ojek pangkalan di Kota Serang berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Provinsi Banten, Senin (09/10/2017).

Dalam aksinya, mereka meminta agar keberadaan ojek online di Kota Serang dihapuskan, karena keberadaannya telah mengurangi pendapatan para ojek pangkalan tersebut.

"Kami minta ojek online di Kota Serang ditiadakan. Karena keberadaan mereka, membuat pendapatan ojek pangkalan berkurang," kata salah satu ojek yang biasa mangkal di Terminal Pakupatan, Junadi.

Ia mengatakan, pihaknya mendatangi kantor perwakilan rakyat tersebut, untuk menghindari konflik antara ojek pangkalan dengan ojek online.

"Kita tidak ingin ada konflik seperti di daerah lain, makanya kita datang ke sini, gimana jalan keluarnya, bagaimana solusianya, kalo bisa kita minta dicabut izinnya dan minta ojek online dibubarkan, jangan sampai gara-gara 10 sampai 20 ribu ada pertumpahan darah," jelasnya.

Junadi juga mengungkapkan, mayoritas pekerja ojek online merupakan bukan warga asli Kota Serang, menurutnya, pekerja ojek online adalah warga pendatang. 

“Yang jadi ojek online itu bukan orang Kota Serang. Dia pendatang dan karyawan, kebanyakan adanya di kontrakan. 95 persen itu orang luar. Saya yakin bukan pribumi di wilayah sini,” pungkasnya. [Firman]

Penulis: Firman Arief
Editor: Ahmad Hifni
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Tolak Ojek Online di Kota Serang, Opang: Jangan Sampai Ada Pertumpahan Darah!
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top