Kamis, 04 Juni 2020 |
News Room

TNUK Punya Pusat Pendidikan Konservasi Berbasis Masyarakat

Kamis, 27 Feb 2020 | 18:57 WIB Dibaca: 249 Pengunjung

Bupati Pandeglang, Irna Narulita meresmikan Pusat Konservasi di TNUK, Rabu (26/2/2020).*

PANDEGLANG, [NEWSmedia] - Untuk meningkatkan aspek pariwisata daerah dan jumlah kunjungan wisatawan, Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) meresmikan pusat pendidikan konservasi berbasis masyarakat di Legon Pakis dan Tanjung Lame, Desa Ujung Jaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Rabu (26/2/2020).

Kepala Seksi PTN Wilayah I Panaitan, Husen mengatakan, pembangunan fasilitas pendukung di areal pemanfaatan sebagai bentuk support pemerintah untuk memberikan pelayanan bagi para pengunjung maupun para peneliti ke kawasan perlindungan alami Badak Jawa (Rhinoceros Sondaicus). 

"Komplek sarana prasarana pendukung wisata alami Tanjung Lame dan Legon Pakis merupakan rangkaian dengan paket ekowisata di Pulau Kalong dan Pulau Handeuleum," kata Husen kepada awak media.

Ia menjelaskan, pengelolaan pusat pendidikan konservasi yang sudah diresmikan tersebut akan menganut manajemen collaboratif, dengan menyerahkan pengelolaannya kepada masyarakat secara langsung

"Tata kelola kita akan serahkan sambil kita dampingi terus menerus ke masyarakat, dalam hal ini Desa. Harapannya Desa bisa membuat forum bisinis yang berbasis komersi, yang mampu mengelola aset kita ini," ujarnya. 

Sementara Bupati Pandeglang Irna Narulita mengucap syukur dan rasa terimakasih kepada Kementrian Lingkungan Hidup melalui Balai TNUK atas dibangunnya pusat pendidikan konservasi berbasis masyarakat sehingga bisa memberikan edukasi kepada wisatawan dan peneliti yang ingin mengetahui kehidupan Badak Jawa. 

"Sekali lagi saya berterimakasih dan kebetulan tadi saya dengar, ada usaha dari pemerintah pusat untuk menindaklanjuti dari program ini. Karena program Rp18 miliar ini tidak hanya di lokasi ini saja, tapi juga ada beberapa titik," kata Irna. 

Menurutnya, TNUK merupakan salah satu situs warisan dunia yang harus dilestarikan, terutama Badak Jawa yang merupakan simbol dari Kabupaten Pandeglang itu sendiri. 

"Pandeglang dari dulu sudah Badak, dan sudah diapresiasi oleh UNESCO. Alllah berikan karunia yang luar biasa, jadi harus dilestarikan, harus dilindungi oleh kita," pungkasnya. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

TNUK Punya Pusat Pendidikan Konservasi Berbasis Masyarakat
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top