Minggu, 25 Februari 2018 |
News Room

Tito : Konflik Paling Berbahaya Adalah Konflik Agama

Rabu, 08 Feb 2017 | 12:45 WIB Dibaca: 637 Pengunjung

Kapolri Jenderal Tito Karnavian.*

SERANG, [NEWSmedia] - Demi menjaga keutuhan bangsa dan negara dengan para ulama jelang Pilkada serentak, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengajak umat Islam bersatu. Dan menegaskan besarnya peran Nahdlatul Ulama (NU) dalam menjaga keutuhan NKRI. 

Hal tersebut disampaikan Kapolri saat menghadiri acara Silaturrahim dan Dialog Kebangsaan Rois Aam PBNU dan Kapolri Bersama Alim Ulama dan Pengurus NU se-Banten.

"Dinamika politik yang semakin memanas di Pilgub Banten, saya mengimbau kepada seluruh jajaran kepolisian ditingkat Polda sampai Polsek agar bersinergi dengan ulama terutama NU dan Muhamadiyah, jangan yang lain," kata Tito di Ponpes Annawawi, Tanara, Rabu, (8/2/2017).

Orang nomor satu ditubuh Polri tersebut juga menuturkan bahwa konflik yang paling berbahaya dinegara ini adalah agama, hal tersebut banyaknya gejolak gerakan politik mengatasnamakan agama. "Konflik paling berbahaya adalah konflik agama, lebih dari suku dan ras," tuturnya.

“Pertemuan ini penting. Peran NU dalam dinamika bangsa ini tidak terpisahkan dengan NKRI. Sejak awal NU sudah berperan. Saya sampaikan lebih tegas NU penemu dan pendiri bangsa Indonesia,” kata Kapolri Jenderak Tito Karnavian.

Tito menyebutkan ada tiga elemen bangsa yang penting dalam menegakkan NKRI. 

“Gerakan kebangsaan ini NU ada di saat momen penting. Ada tiga elemen yang penting yakni elemen nasionalis seperti Soekarno-Hatta yang konsisten merebut kemerdekaan. Kedua unsur laskar pemuda yang menjadi cikal bakal TNI dan Polri. Ketiga Islam mainstream yakni NU dan Muhammadiyah,” tandasnya.

Islam selama ini, menurut Kapolri, menyatukan keberagaman di Indonesia. Ideologi Pancasila dinilai paling pas karena keberagamaan. [Vredo]

Penulis: Vredo Putra
Editor: Redaktur-02
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Tito : Konflik Paling Berbahaya Adalah Konflik Agama

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top