Jumat, 06 Desember 2019 |
Tekno

Tips Tangkal 'Agent Smith' yang Bisa Pura-pura Jadi WhatsApp

Jumat, 12 Jul 2019 | 21:52 WIB Dibaca: 395 Pengunjung

Foto Ilustrasi. *

[NEWSmedia] - Baru-baru ini, malware Agent Smith dilaporkan berhasil menjangkiti sekitar 25 juta unit perangkat berbasis Android di seluruh dunia. Lebih dari 500 ribu di antara puluhan juta unit perangkat terinfeksi itu berasal dari Indonesia.

Salah satu yang membuat Agent Smith berbahaya adalah, ia bisa mengganti aplikasi terunduh di dalam perangkat dengan versinya sendiri yang sudah terpasang malware. Beberapa aplikasi yang disasarnya secara default adalah WhatsApp, Opera Mini, SwiftKey, dan Truecaller.

Lantas, bagaimana menghadapi ancaman dari malware tersebut? Boris Cipot, Senior Security Engineer dari Synopsys Integrity Group, perusahaan cybersecurity yang berkantor pusat di San Francisco, Amerika Serikat, memberikan pandangannya terhadap fenomena ini.

"Satu cara untuk tetap waspada dalam menghadapi serangan ini adalah dengan hanya menggunakan toko aplikasi dengan kebijakan serta ulasan yang ketat terhadap aplikasi-aplikasi di dalamnya," ujarnya. 

"Amati dan berhati-hati terhadap apa yang kamu pasang di perangkat mobile kamu. Sebelum mengonfirmasi pemasangan aplikasi, lihat dari mana aplikasi itu berasal, apakah ada sumber terpercaya yang mengulas aplikasi tersebut, dan perhatikan izin akses yang diminta aplikasi tersebut," tuturnya menambahkan.

Boris pun memberi contoh soal bagaimana pengguna perangkat mobile harus peka dengan akses apa saja yang diminta oleh sebuah aplikasi. Misalnya, jika kita hendak mengunduh sebuah aplikasi senter, namun ia meminta izin akses ke kontak pada perangkat mobile kita, maka ini patut menjadi perhatian.

Dalam beberapa kasus seperti itu, Boris menyarankan agar tidak memasang aplikasi tersebut. Hal ini untuk tetap memberikan keamanan terhadap perangkat yang dimiliki.

Tips dari Boris tentu selaras dengan cara Agent Smith masuk ke perangkat pengguna. Ia bisa menjangkit korbannya dengan menumpang di dalam aplikasi yang tidak terdaftar di dalam Google Play Store.

Check Point Researchers menyebut Agent Smith memanfaatkan toko aplikasi bernama 9Apps. Dari situ, ia menyusupi aplikasi-aplikasi seperti Color Phone Flash, Photo Projector, Rabbit Temple, Kiss Game: Touch Her Heart, dan Girl Cloth Xray Scan Simulator. Lima aplikasi tersebut jadi pembawa Agent Smith yang paling sering diunduh dengan total 7,8 juta unduhan.[dtc]

Editor: Newsmedia
Publisher: newsmedia.co.id
Bagikan:

KOMENTAR

Tips Tangkal 'Agent Smith' yang Bisa Pura-pura Jadi WhatsApp

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top