Rabu, 18 Juli 2018 |
News Gallery - Lifestyle

Tips Komunikasi yang Baik pada Anak Untuk Orangtua yang Sibuk Bekerja

Sabtu, 12 Mei 2018 | 09:31 WIB Dibaca: 234 Pengunjung

Foto ilustrasi.*

[NEWSmedia] - Zaman sekarang anak dan Orangtua memiliki kesibukan yang hampir sama. Di mana Orangtua bekerja dari lagi hingga sore dan anak sekolah dari lagi hingga siang dan dilanjutkan dengan berbagai kegiatan di luar sekolah seperti les yang akan selesai pada malam hari.

Tentunya dengan kesibukan ini, waktu anak dan Orangtua untuk berdiskusi akan semakin sedikit. Sehingga cenderung anak dan Orangtua sama-sama cuek.

Psikolog Anak dan Orangtua Ajeng Raviando mengatakan dengan kondisi ini maka Orangtua harus menciptakan komunikasi efektif bersama anak dengan membuat waktu yang sedikit menjadi berkualitas.

"Kita menciptakan waktu berkualitas karena kita tidak bisa menciptakan kuantity time karena anak dan ibu juga sibuk. Jadi harus menciptakan waktu yang berkualitas dengan anak di waktu yang tidak banyak jadi memberikan anak kehangatan keluarga ditengah kesibukannya," ucap Ajeng pada acara Homework Rescue dengan HP Indonesia di Tanamera Coffee.

Ajeng meyakini dengan menciptakan komunikasi efektif antara anak dan Orangtua maka akan ada pertukaran informasi yang membuat anak menghasilkan ide cemerlang. Komunikasi efektif juga menciptakan cara belajar anak untuk memenuhi 5F atau Focus, Fast, Flexible, Friendly and Fun.

"Untuk menghasilkan 5F ini maka kita harus memberikan waktu anak me time dulu saat capek sehingga ia bisa fokus mengerjakan tugas setelah istrahat sebentar. Dengan fokus yang tinggi maka anak akan lebih cepat mengerjakan tugas dan juga fleksibel. Orangtua juga harus membantu anak sebagai teman yang saling mendukung bukan memerintah, maka mengerjakan PR akan menjadi fun atau menyenangkan, bagi anak" jelasnya.

Selain itu, dia mengatakan agar Orangtua jangan langsung mengintrograsi dan memberikan nasihat pada anak saat pulang sekolah. Tapi sebaiknya Orangtua lebih observasi atau melihat keadaan anak dan juga refleksi pengalaman.

"Refleksi pengalaman dengan membagikan bagaimana pengalaman anda ke anak agar bisa lebih positif dan jangan lupa juga berempati yakni memikirkan perasaan anak, serta memberikan pilahan dan antisipasi. Seperti jika anak lelah maka bisa istrahat dengan memberikan pengertian kalau dia enggak boleh terlalu lama istrahat karena nanti akan selesai malam tugasnya sehingga bisa mengakibatkan telat kesekolah pada pagi harinya karena bangun kesiangan," tegas dia.

Menurutnya, komunikasi efektif antara Orangtua dan anak akan membuat pola belajar anak lebih baik. Bahkan dengan dekat beraama anak, Orangtua akan lebih memahami dan mengenal anaknya.

"Kalau kita dampingi anak belajar maka kita bisa mengidentifikasi kemampuan anak, kepintaran dan bakatnya dari kecil. Itu adalah bonus yang bisa membuat Orangtua bangga dan senang," tukas dia. [okz]

Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Tips Komunikasi yang Baik pada Anak Untuk Orangtua yang Sibuk Bekerja
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top