Kamis, 09 Juli 2020 |
News Gallery - Lifestyle

Tips Hilangkan Lemak dengan Diet Rest

Selasa, 23 Okt 2018 | 09:06 WIB Dibaca: 578 Pengunjung

Foto ilustrasi.*

[NEWSmedia] - Diet dianggap sebagai salah satu cara untuk menjaga bentuk tubuh ideal. Namun, tidak jarang orang salah menerapkan strategi diet. Sehingga bukannya menjadi lebih sehat, diet yang dijalani justru memberikan dampak buruk terhadap tubuh.

Ahli gizi Dr. Rita Ramayulis, DCN, Mkes, menawarkan strategi diet Rest yang tidak hanya sekadar menurunkan berat badan tetapi juga memberi dampak baik untuk tubuh. Rita menjelaskan, yang dimaksud dengan diet Rest sesuai pemaknaannya dalam bahasa Inggris berarti Istirahat, yaitu istirahat dari makanan dengan lemak jenuh, makanan manis, dan hidup bermalasan.

REST sendiri adalah singkatan dari Rendah, Energi, Seimbang dan Teratur. Rita melihat banyak masyarakat yang menilai indikator keberhasilan diet hanya berdasarkan dari penurunan berat badan semata. Padahal jika berat badan turun setelah diet ada empat komponen dalam tubuh yang kemungkinan berkurang yaitu lemak, massa otot, massa tulang dan cairan.

“Hati-hati dengan diet sembarangan karena bisa jadi yang berkurang adalah air, massa otot dan massa tulang. Pada saat proses penurunan berat badan yang seharusnya hilang adalah lemak,” ujar Rita saat ditemui beberapa waktu lalu.

Rita menjelaskan diet Rest memiliki prinsip boleh memakan apa saja asal densitas energi rendah, tinggi vitamin dan mineral serta perbanyak serat. Serat memiliki peranan penting untuk mengikat dan membuang zat racun yang tersimpan dalam lemak secara sempurna. Sementara vitamin dan mineral berfungsi memperbaiki sel yang rusak akibat penggempuran lemak.

Strategi melakukan diet Rest salah satunya dengan mengurangi konsumsi karbo. Dalam proses penurunan berat badan, mengurangi konsumsi karbo penting karena di dalam tubuh karbo akan dikonversi menjadi glukosa atau gula, yang jika berlebih bisa berdampak pada penumpukan lemak.

Diet Rest menekankan pentingnya mengukur takaran makanan dalam satu porsi makan. Namun, masih banyak orang yang kesulitan menerapkan porsi makanan berdasarkan piramida gizi seimbang. 

“Tangan bisa menjadi indikator menentukan berapa banyakan makanan yang harus kita makan. Misal untuk satu kali makan, ukuran karbo hanya satu kepalan tangan kanan, buah seukuran kepalan tangan kiri, sayur seukuran dua tangkup tangan kiri dan kanan lalu lauk seukuran telapak tangan,” ujar Rita.

Pada prinsipnya, dalam satu kali makan takaran sayur harus lebih banyak dibandingkan karbo. Dalam proses penurunan berat badan, serat pada sayur memiliki peranan yang sangat penting. Serat pada sayur dapat menurunkan penyerapan lemak di dalam tubuh. Serat juga akan membuat lambung kenyang lebih lama dengan demikian intensitas makan menjadi berkurang.

Pada umumnya orang gemuk sulit berhenti makan karena hormon leptin tidak diproduksi. Pada orang gemuk leptin tidak diproduksi karena konsumsi vitamin, mineral dan serat yang rendah. Padahal beberapa zat inilah yang akan membuat hormon leptin diproduksi cepat.

Tidak hanya orang dewasa, menurut Rita, diet Rest juga bisa diterapkan untuk anak dengan kondisi yang sama. Hanya saja, jika keberhasilan diet ini pada orang dewasa diukur dari penurunan berat badan, diet Rest pada anak hanya sebatas memperlambat atau menghentikan pertambahan berat badan hingga proporsinya terhadap tinggi badan mencapai normal.

“Penerapan strategi  dietnya sama dengan orang dewasa cuma pendekatannya yang berbeda,” ujar Rita menambahkan.

Rita menyampaikan diet Rest pada anak menekankan pada pendekatan psikologis. Pertama, orangtua harus bisa mengajak anak obesitas untuk aktif bergerak. Kedua, anak memerlukan contoh untuk konsisten melakukan sesuatu.

Maka, orangtua harus menjadi model bagi anak dalam hal makan. Ketiga, orangtua harus mengajak anak untuk melakukan aksi mengatasi masalah berat badannya seperti mempersiapkan makanan bersama.  [rpk]

Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Tips Hilangkan Lemak dengan Diet Rest

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top