Minggu, 22 Oktober 2017 |
News Room

Tinjau Banjir Padarincang, Bupati Serang: Ada Warga yang Enggak Mau Dievakuasi

Senin, 05 Des 2016 | 17:48 WIB Dibaca: 799 Pengunjung

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah (jas orange) berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, usai meninjau lokasi banjir di Desa Citasuk, Padarincang, Senin (5/12/2016).*

SERANG, [NEWSmedia] - Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah Senin (5/12/2016) pagi meninjau lokasi banjir di Desa Citasuk, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang. Ia mendatangi sejumlah rumah warga yang terendam banjir dan melihat tempat penampungan korban banjir.

“Ada warga yang enggak mau dievakuasi, mereka lebih memilih di dalam rumah dan menyimpan barang-barang berharganya di atas meja. Mungkin mereka khawatir kalau ditinggal barang-barangnya akan hilang,” kata Tatu ditemui di SDN Sukamaju, Kecamatan Padarincang, yang akan dijadikan dapur umum untuk warga korban banjir.

Tatu meminta warga yang menjadi korban banjir untuk pindah sementara ke tempat pengungsian yang telah disiapkan. Menurutnya, menetap di dalam rumah saat banjir, berbahaya bagi keselamatan dan juga kesehatan.

Ia mengungkapkan, banjir tersebut berasal dari sedimentasi air sungai  mulai dari hulu, tepatnya di Rawa Danau. Bahkan menurut laporan warga, ada pohon yang tumbuh di tengah rawa yang mengganggu arus air.

“Tembok penahan juga jebol. Jadi banjir yang dari sungai masuk ke permukiman warga,” ujarnya.

Untuk keadaan daurat seperti ini, Tatu mengatakan Pemkab Serang membantu melalui anggatan dana tidak terduga. Terkait penanganan normalisasi sungai, lanjut Tatu, pihaknya tidak memiliki kewenangan.

“Kita enggak bisa normalisasi, itu bukan kewenangan pemda, dan pemda juga punya keterbatasan, kecuali yang sifatnya darurat, seperti pemasangan beronjong dan untuk yang darurat, kita akan gunakan anggaran dari dana tidak terduga punya pemkab,” tuturnya.

Tatu mengatakan, Pemkab Serang memiliki Rp4 miliar anggaran dana tak terduga yang bisa dipakai untuk menangani darurat bencana. “Tapi itu terlalu kecil, nggak bakal bisa backup dari dana ini,” terangnya.

Menurutnya, Pemkab Serang telah berkali-kali meminta kepada pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Banten untuk melakukan normalisasi sungai Rawa Danau, namun sampai saat ini belum terealisasi.

“Sering kita minta, tapi realisasinya minim. Jadi kejadiannya terus berulang. Kita juga akan megundang Krakatau Tirta Industri, anak perusahaan PT Krakatau Steel, yang menggunakan air dari sungai itu. Biar nanti kalau pun ada hujan lebat, limpahannya enggak sebesar ini,“ tandasnya. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Tinjau Banjir Padarincang, Bupati Serang: Ada Warga yang Enggak Mau Dievakuasi

BERITA TERKAIT

Top