Rabu, 23 Juni 2021 |
News Room

Tingkatkan Target Kepesertaan, Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Banten Bidik Pekerja Informal

Sabtu, 18 Feb 2017 | 06:35 WIB Dibaca: 1276 Pengunjung

Rapat Koordinasi Daerah jajaran Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Banten yang diselenggarakan di Hotel Luxton, Cirebon, 16-18 Februari 2017. (Foto: Istimewa)

BANTEN, [NEWSmedia] - Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Banten menargetkan peningkatan kepesertaan sebanyak 782.574 orang di tahun 2017. Saat ini, peserta BPJS Ketenagakerjaan di wilayah Banten jumlahnya mencapai 634.973 orang.

Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Teguh Purwanto mengatakan, selain tenaga kerja penerima upah (Tenaga Kerja Formal), kepesertaan yang dibidik untuk mencapai target tersebut adalah tenaga kerja bukan penerima upah (Tenaga Kerja Informal), seperti petani, nelayan, guru ngaji, ustadz, kiai, marbot masjid dan pekerja di perusahaan mikro UMKM.

“Untuk menjadi peserta sangat mudah dan murah. Khusus pekerja informal seperti petani, nelayan, guru ngaji, ustad, kiai, marbot masjid dan pekerja di perusahaan mikro UMKM, cukup membayar Rp16.800 untuk dua program, yaitu JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja) dan JKM (Jaminan Kematian). Murah kan? Saya yakin di Banten mampu untuk itu,” kata Teguh kepada NEWSmedia, Jumat (17/2/2017).

Teguh mengatakan, dengan biaya yang sangat terjangkau, peserta BPJS Ketenagakerjaan bisa mendapatkan manfaat luar biasa, seperti biaya pengobatan dan perawatan tidak terbatas (unlimited) jika mengalami kecelakaan kerja.

“Peserta bisa mendapatkan minimal Rp48 juta, plus bantuan beasiswa Rp12 juta dan bantuan berkala Rp200 ribu setiap bulan selama 2 tahun,” ungkapnya.

Teguh mengungkapkan visi BPJS Ketenagakerjaan adalah mendorong agar seluruh pekerja di Banten wajib mendapatkan perlindungan berupa jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua alias tabungan pekerja dan jaminan pensiun.

Sementara itu, Kepala Pemasaran Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Banten, Didin Haryono mengatakan, untuk mencapai target tersebut pihaknya akan mengintensifkan sosialisasi dan edukasi ke masyarakat tentang manfaat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Untuk menyosialisasikan itu, BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Banten akan bersinergi dengan pemerintah daerah, serikat pekerja dan buruh, tokoh masyarakat, MUI, ormas keagamaan, termasuk organisasi kemahasiswaan dan organisasi pelajar di wilayah Banten serta asosiasi pengusaha seperti Apindo dan Kadin.

“Selanjutnya perlu juga adanya penegakkan hukum bagi para pengusaha dan pemberi kerja yang tidak mendaftarkan karyawannya pada BPJS Ketenagakerjaan. Terkait ini, kami sudah kerjasama dengan kejari, kejati, KPKNL, Kementerian Tenaga Kerja, kepolisian dan lembaga hukum lainnya,” jelasnya.

Meski demikian, upaya tersebut akan dilakukan sebagai pintu terakhir apabila perusahaan, lembaga atau yayasan, belum mendaftarkan karyawannya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Diketahui, peningkatan target kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan wilayah Banten tersebut masuk dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahun 2017 yang disampaikan dalam Rapat Koordinasi Daerah jajaran Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Banten yang diselenggarakan di Hotel Luxton, Cirebon, 16-18 Februari 2017.

Selain meningkatkan target kepesertaan, BPJS Ketenagakerjaan wilayah Banten, juga menargetkan pembayaran iuran tepat waktu dari para peserta BPJS. Diketahui, peserta BPJS Ketenagakerjaan di Banten yang membayar iuran tepat waktu, baru mencapai 60 persen, dan pada tahun 2017 akan diupayakan menjadi 90 persen. [usep]

Penulis: Usep Mujani
Editor: Arif Darma
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Tingkatkan Target Kepesertaan, Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Banten Bidik Pekerja Informal
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top