Rabu, 28 Oktober 2020 |
News Room

Tiga Titik Galian Pasir di Kabupaten Serang Diduga Ilegal

Senin, 26 Feb 2018 | 18:19 WIB Dibaca: 1100 Pengunjung

Ketua KMP Provinsi Banten, Usep Saepudin saat jumpa pers di Kantor DPW PPP Provinsi Banten, Senin (26/2/2018).*

SERANG, [NEWSmedia] - Kader Muda Persatuan (KMP) Provinsi Banten yang merupakan lembaga edukasi dan advokasi menyebutkan, ada tiga titik galian pasir yang diduga ilegal di Desa Batu Kuda, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang.

Ketua KMP Provinsi Banten, Usep Saepudin mengatakan, dua titik lokasi tersebut berada di Kampung Pamekser RT 012/003, Desa Batu Kuda dan galian lainnya berada di Kampung Kerapcak, Desa Batu Kuda, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang.

"Di Kampung Pamekser RT 012/003, Desa Batu kuda, Iuas galian kurang lebih sekitar 9000 meter, pemilik Fariz Musaad alias Mas Dul, kedua, masih di Kampung Pamekser, dengan Iuas galian kurang lebih sekitar 8000 meter, miiik Haji Ato dan yang ketiga, di Kampung Kerapcak, Desa Batu Kuda, dengan luas galian kurang lebih sekitar 1.800 meter, pemilik Mastari," kata Usep saat konferensi pers di Kantor DPW PPP Provinsi Banten, Senin (26/2/2018).

Ia menuturkan, setelah melakukan investigasi secara menyeluruh di Iokasi tersebut, pihaknya menemukan beberapa perusahaan yang sedang melakukan galian pasir dengan cara menggunakan atat berat yang mengakibatkan kerusakan lingkungan, baik dari segi ekonomi, sosial dan budaya masyarakat.

"Dalam sehari saja, dari ketiga galian pasir itu mampu menghasiikan kurang lebih dari 100 truk pasir, yang dibawa ke sejumlah wilayah di Banten, tentu ini akan merusak infrastruktur jalan yang dilewati, maka kami meminta agar kegiatan itu ditutup karena berdampak buruk secara Iangsung bagi masyarakat," tuturnya.

Ia juga menegaskan, dengan adanya hal tersebut, pihaknya akan melakukan langkah-langkah hukum, seperti, melakukan  gugatan tanggung iawab pidana mutlak atau strict liability sebagaimana yang tertuang dalam Pasal 88 UU No 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

"Kedua, melakukan upaya hukum gugatan tanggung jawab perdata atau ganti rugi baik class action (gugatan kelompok masyarakat) atau perbuatan melawan hukum (PMH) sebagai pertanggungjawaban pelaku usaha atau badan yang mengakibatkan kerugian terhadap korban, ketiga, koordinasi, mediasi dan konsolidasi dengan stakeholders pemangku kebijakan baik pusat dan daerah unsur Bupati atau Gubernur untuk meminta menutup seluruh galian pasir yang tidak berijin," tegasnya.

Sementara itu, perwakilan masyarakat Desa Batu Kuda, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, Iqbal mengaku, di area galian pasir tersebut, tidak ada plang perusahaan yang terpasang sebagai pengelola galian pasir itu.

"Tidak ada plang perusahaan, PT apa atau CV aja kita engga tau perusahaan apa yang mengelola, sudah kami usahakan bertanya ke Kepala desa sampai perusahaan minta audiensi, tapi dari pihak perusahaan tidak kunjung hadir dan tidak pernah respon, malah diwakili pegawainya," pungkasnya. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Tiga Titik Galian Pasir di Kabupaten Serang Diduga Ilegal
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top