Kamis, 23 November 2017 |
News Room - Ekonomi

Tiga Penyebab Penurunan Bisnis Angkutan Umum

Jumat, 06 Okt 2017 | 07:03 WIB Dibaca: 168 Pengunjung

Terminal angkutan umum.*

JAKARTA, [NEWSmedia] - Bisnis angkutan umum konvensional semakin menurun. Hal ini karena angkutan umum mulai ditinggalkan penumpang, yang beralih ke transportasi berbasis aplikasi.

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta Shafruhan Sinungan mengungkap, setidaknya ada tiga penyebab anjloknya bisnis angkutan umum ini. Pertama, trayek atau rute angkutan tersebut sudah tidak lagi mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat.

"Ini penyebabnya. Pertama, trayek angkutan kota sudah kurang menyentuh kebutuhan masyarakat," ujar dia saat berbincang di Jakarta, Kamis (5/10/2017).

Kedua yaitu ekspektasi masyarakat terhadap kualitas layanan termasuk pengemudi dan fisik kendaraan yang sangat tinggi. Ditambahkan lagi, kini banyak bermunculan alternatif angkutan jenis lain yang menawarkan pelayanan yang lebih baik sehingga angkutan umum yang ada mulai ditinggal penumpangnya.

"?Karena memang kondisi fisik kendaraan, seperti umur kendaraan, sudah tidak layak jalan. Ini juga karena tidak ada kemampuan pengusaha untuk melakukan peremajaan. Ya kecuali memang tidak ada kendaraan lain, jadi penumpangnya terpaksa (naik angkutan itu),"? jelas dia.

Dan ketiga, yaitu semakin masifnya pertumbuhan dan ekspansi bisnis transportasi berbasis aplikasi seperti taksi dan ojek online. Hal dinilai membuat bisnis angkutan umum konvensional semakin tergerus karena tak mampu bersaing.

"Ketiga, masifnya pergerakan perusahaan aplikasi, apakah Uber, Grab, Gojek, dalam operasionalnya sangat masif dan luar biasa pergerakannya, walaupun tidak memiliki izin resmi. Sehingga pertumbuhan armada di bawah ketiga perusahaan aplikasi tersebut tidak terkontrol. Kemenhub dan Dinas Perhubungan pun tidak bisa memastikan jumlah armada ini berapa, karena sebagian besar tidak terdaftar," tandas dia. [lpt]

Editor: Newsmedia
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Tiga Penyebab Penurunan Bisnis Angkutan Umum
Top