Minggu, 27 September 2020 |
News Room

Tiga Anggota Bawaslu Banten Dilantik, Ini Tantangan Barunya

Rabu, 20 Sept 2017 | 19:54 WIB Dibaca: 722 Pengunjung

72 orang anggota Bawaslu Provinsi terpilih masa jabatan 2017 - 2022 setelah dilantik di Crowne Hotel Jakarta, Rabu (20/9/2017). (Foto: bws)

JAKARTA, [NEWSmedia] - Sebanyak 72 anggota Bawaslu Provinsi terpilih masa jabatan 2017 - 2022 dari 24 provinsi dilantik dan diambil sumpah janjinya oleh Ketua Bawaslu RI, Abhan di Crowne Hotel Jakarta, Rabu (20/9/2017).

Dari 72 anggota Bawaslu yang dilantik tersebut, tiga di antaranya adalah anggota Bawaslu Provinsi Banten, yaitu Didih M. Sudi, Ali Faisal dan Nuryati Solapari.

"Sekali lagi, ini adalah upaya untuk menyambut dan menghadapi serangkaian tantangan Pemilu ke depan," kata Ketua Bawaslu RI, Abhan dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, anggota Bawaslu yang telah dilantik tersebut mempunyai tantangan dan rintangan baru, diantaranya adalah penyelenggaraan Pemilu legislatif dan Pemilu Presiden tahun 2019 akan dilakukan secara bersamaan.

"Tantangan tersebut menjadi warning bagi Bawaslu untuk melakukan persiapan-persiapan intensif untuk keberhasilan Pemilu ke depan. Bawaslu dan jajaran harus betul-betul siap menghadapi tantangan tersebut," jelasnya.

Ia juga mengungkapkan, tantangan lain yang bakal dihadapi anggota Bawaslu Provinsi terpilih adalah bertambahnya 'actor politik' yang terlibat sebagai implikasi penyelenggaran Pemilu secara bersamaan.

"Secara teknis tentu ini adalah tantangan bagaimana Bawaslu mengelola sumber daya pengawasan sehingga dapat menjangkau tidak saja pada aspek luas geografis tapi juga banyaknya para pihak yang terlibat dalam Pemilu," ungkpanya.

Dari aspek pemilih, lanjut dia, masih rentan terjadinya 'politik uang'. Perilaku ini, menurutnya dapat merusak integritas Pemilu.

"Ini jadi tantangan Bawaslu agar memperkuat posisi pemilih dan membangun kesadaran masyarakat agar memiliki kemampuan serta berani menolak politik uang," terangnya.

Sementara itu, anggota baru Bawaslu Banten, Didih M Sudi yang sebelumnya menjabat sebagai Komisioner KPU Banten mengaku harus belajar lebih banyak terkait dengan tugas barunya di lembaga pengawasan tersebut.

"Tentunya harus banyak belajar lebih dalam lagi, karena tugasnya berbeda, terutama dalam bidang pengawasan," kata Didih beberapa waktu lalu.

Meski demikian, Didih mengaku tidak ada kesulitan untuk menjalankan tugas di lembaga pengawas Pemilu tersebut, sebab menurutnya, baik di KPU maupun di Bawaslu merupakan sama-sama lembaga penyelenggara Pemilu.

"Secara umum tidak ada masalah ataupun kesulitan karena mau di KPU maupun di Bawaslu sama-sama lembaga penyelenggara Pemilu," pungkasnya. [bws/ahi]

Editor: Ahmad Hifni
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Tiga Anggota Bawaslu Banten Dilantik, Ini Tantangan Barunya
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top