Minggu, 07 Maret 2021 |
News Room - Peristiwa

Tidak Ada Unsur Pidana, Kasus Bendera Beraksara Mandarin Dihentikan

Selasa, 07 Feb 2017 | 17:30 WIB Dibaca: 898 Pengunjung

bendera kenda rubber beraksara mandarin.*

SERANG, [NEWSmedia] – Dugaan penghinaan terhadap lambang negara oleh PT Kenda Rubber Indonesia, salah satu perusahaan yang ada di Kabupaten Serang, Banten, karena telah memasang bendera bertuliskan aksara Cina, yang sedang diusut oleh aparat Kepolisian Resor Serang, kasusnya dihentikan.

Dihentikannya kasus dugaan penghinaan lambang negara ini, menurut Kasat Reskrim Polres Serang AKP Gogo Galesung, karena penyidik Satreskrim Polres Serang tidak menemukan unsur pidana yang dilakukan oleh PT. Kenda.

“Semua sudah kami panggil. Kesimpulannya tidak memenuhi unsur tindak pidana. Perkara ini tidak bisa dilanjutkan, kami hentikan sejak satu minggu yang lalu,” Kata Kasat, Selasa (7/2/2017).

Penghentian kasus ini dilakukan setelah mereka berkoordinasi dengan penyidik dan meminta keterangan dari saksi ahli pidana dan Kemenkumham. Kedua saksi tersebut menilai PT Kenda tidak bisa dijerat pidana.

Berdasarkan keterangan ahli pidana, bendera warna merah putih milik PT Kenda bukan merupakan lambang negara Republik Indonesia, sebab ukuran bendera tersebut berbeda dengan ukuran bendera yang dikeluarkan pemerintah melalui Undang-Undang RI Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara.

“Bukan bendera merah putih. Itu lambang perusahaan yang ternyata digunakan perusahaan di sejumlah negara. Untuk warnanya merahnya itu 60 persen sedangkan putihnya 40 persen. Ini juga ukurannya lebih kecil. Selain itu merahnya tidak sampai ujung, putihnya berbentuk huruf L,” kata Kasat.

Dengan dihentikannya kasus tersebut, pihak perusahaan tidak akan memasang bendera tersebut kembali. Walaupun bendera tersebut merupakan lambang perusahaan. 

“Mereka mau ganti lambang bendera karena ini sensitif,” pungkas Kasat. [red]

Editor: Indra Gunawan
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Tidak Ada Unsur Pidana, Kasus Bendera Beraksara Mandarin Dihentikan
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top