Jumat, 05 Juni 2020 |
News Room - Hukum

Tersinggung Karena Dibentak, Seorang Pemuda di Ciomas Aniaya Korban Pakai 'Airsoftgun'

Selasa, 21 Mar 2017 | 12:39 WIB Dibaca: 1167 Pengunjung

pelaku beserta barang bukti.*

SERANG, [NEWSmedia] – Deden Olehudin (22) pemuda asal Lampung, terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian Polsek Ciomas, karena telah menganiaya Dahefi (28) menggunakan airsoftgun, Minggu (19/3/2017).

Kejadian penganiayaan tersebut, dipicu karena Deden merasa tersinggung setelah dibentak oleh korban.

Kasus itu bermula saat Deden melintas menggunakan sepeda motor di jembatan Kampung Pekalongan, Desa Sukadana, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, Minggu sore. Di saat bersamaan, Dahefi dan Haerudin nongkrong di jembatan.

Saat melewati jembatan tersebut, pelaku dibentak oleh korban, namun tidak diindahkan oleh pelaku yang terus lewat hendak mencari makan.

“Saya mau keluar cari makan dari rumah bapak angkat, saya lewat depan mereka berdua, dan kemudian saya dibentak, Hoi! Aku nengok, aku bilang, aya naon A? Cuma diliatin, terus bablas,” tutur Deden di Mapolsek Ciomas, Senin (20/3/2017).

Deden kemudian melanjutkan perjalanannya. Setelah makan di warung, Deden pulang ke rumah orangtua angkatnya, Arsyad. Saat melintas, Deden kembali dibentak oleh Dahefi. Kali ini, Deden tidak terima. Dia mendekati Dahefi dan Haerudin.

Mereka beruda pun akhirnya cekcok mulut. Deden yang sudah emosi, menantang Dahefi duel. Seketika, Deden melayangkan tinju ke wajah Dahefi. Melihat korban dipukul, Haerudin mendorong tubuh Deden hingga terjatuh.

Seketika Deden bangun dan mencabut airsoftgun jenis FN dari balik pinggang kanannya. Deden mengancam Haerudin dengan airsoftgun-nya agar tidak ikut campur. Haerudin ketakutan dan berlari memanggil warga sekitar.

Deden yang berada di atas angin, kembali menghajar Dahefi menggunakan gagang airsoftgun. “Saya enggak ingat berapa kali saya pukul. Yang pasti, lebih dari satu kali,” aku Deden.

Tak lama berselang, warga datang dan mengamankan Deden ke salah satu rumah warga. Sementara, Dahefi dibawa ke rumah sakit untuk diobati.

“Saya dapat softgun beli dari teman saya, marinir di Lampung,” tutur Deden.

Dahefi mengalami luka robek pada bagian kepala hingga mengeluarkan darah. Korban juga luka lebam wajahnya. “Setelah kami terima laporan, kami mengamankan tersangka dan barang bukti. Di antaranya, airsoftgun dengan peluru lima butir,” jelas Kapolsek Ciomas Ajun Komisaris Polisi (AKP) Abdul Rosyid.

Atas perbuatannya, Deden disangka melanggar Pasal 351 KUH Pidana. “Untuk airsoftgun, kami sedang menunggu petunjuk dari pimpinan, kemungkinan digunakan Undang-Undang Darurat,” tandas Abdul Rosyid. [rbc]

Editor: Indra Gunawan
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Tersinggung Karena Dibentak, Seorang Pemuda di Ciomas Aniaya Korban Pakai 'Airsoftgun'
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top