Kamis, 23 November 2017 |
News Room

Terpilih Jadi Ketum PB Al-Khairiyah, Ali Mujahidin: Kita Ingin Setara Dengan NU

Minggu, 23 Okt 2016 | 21:45 WIB Dibaca: 1109 Pengunjung

Ali Mujahidin, Ketua Umum PB Al-Khairiyah periode 2016-2021.*

CILEGON, [NEWSmedia] - Ali Mujahidin secara aklamasi terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Al-Khairiyah Periode 2016 -2021 melalui Muktamar ke-9 Al-Khairiyah, di Kampus Citangkil, Sabtu (22/10/2016) malam.

Sebelum penetapan ketua umum terpilih, para peserta Muktamar ke-9 Al-Khairiyah membahas anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) yang akan menjadi pedoman kepengurusan lima tahun mendatang.

Panitia selanjutnya memverifikasi persyaratan pencalonan yang telah disepakati oleh peserta Muktamar pada sidang pleno. Ali Mujahidin pun menjadi satu-satunya bakal calon yang lolos verifikasi persyaratan sebagai calon Ketua Umum PB Al-Khairiyah, sehingga secara aklamasi ditetapkan untuk memimpin Ormas Islam yang sudah berdiri sejak tahun 1925 itu.

Dalam sambutannya, pria yang biasa disapa Mumu ini mengatakan, memimpin Al-Khairiyah merupakan kegugupan yang luar biasa karena mengemban amanah yang sangat besar. Menurud dia, Al-Khairiyah berbeda dengan beberapa organisasi yang sudah pernah dijalaninya.

“Dengan mengucap Bismiillahirrahmanirrahim, saya memohon doa dari keluarga besar Alkhairiyah,” ucap mantan Ketua Kadin Kota Cilegon ini.

Mumu mengungkapkan, ada beberapa hal besar yang harus dilakukan Al-Khairiyah. Pertama adalah membangun rekonsiliasi organisasi.

“Merangkul semua abituren, semua kader, dan potensi Al-Khairiyah untuk menjadi satu. Agenda penting PB adalah mengangkat organisasi ini menjadi organisasi yang bersifat nasional,” ujarnya.

Kehadiran Presiden Joko Widodo pada agenda Muktamar ke-9 Al-Khairiyah, bagi Mumu menjadi sebuah bentuk pengakuan pemerintah terhadap perguruan Islam ini. “Hari ini kita beruntung, acara kita dihadiri Presiden, itu tentu sekaligus sebagai bentuk pengakuan pemerintah,” tuturnya.

Meski demikian, secara administratif, sebuah organisasi yang ingin diakui oleh pemerintah harus mengacu pada ketentuan. “Ormas harus punya pengurus 50 persen plus satu se-Indonesia. Kita akan upayakan itu. Setelah selsai, daftarkan ke Menkumham dan Mendagri,” katanya.

Mumu menginginkan Al-Khairiyah bukan sebagai ormas, melainkan menjadi sebuah organisasi keagamaan yang diakui pemerintah.

“Kita ingin Al-Khairiyah berada di tengah sidang Isbat. Kita ingin Al-Khairiyah masuk dalam konferensi umat Islam. Kita ingin setara dengan NU, Muhammadiyah, Persis, Al Irsyad dan organisasi keagaman lainnya yang diakui pemerintah. Tentu, Al-Khairiyah bisa, saya yakin jika dilakukan bersama-sama,” ujarnya.

Editor: Rapih Herdiansyah
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Terpilih Jadi Ketum PB Al-Khairiyah, Ali Mujahidin: Kita Ingin Setara Dengan NU
Top