Jumat, 16 November 2018 |
Internasional - News Gallery

Tembak Mati Petugas Medis, Israel Dianggap Melanggar Hukum Internasional

Kamis, 07 Jun 2018 | 10:00 WIB Dibaca: 218 Pengunjung

Ribuan pelayat membawa jasad perawat Palestina, Razan Najjar saat pemakamannya di Kota Khan Younis, Jalur Gaza Selatan, Sabtu (2/6). Gadis 21 tahun tersebut terbunuh oleh tembakan Israel pada Jumat, 1 Juni 2018.*

[NEWSmedia] - Tentara Israel menembak seorang petugas medis Palestina bernama Razan Ashraf Najjar di Gaza, 1 Juni 2018. Gadis berumur 21 tahun tewas akibat peluru menembus punggung hingga mengenai jantungnya.

Razan ditembak ketika bertugas memberikan pertolongan bagi korban luka dalam demonstrasi di perbatasan Gaza-Israel. Padahal, saat itu, dia tengah mengenakan jas putih yang menandakan profesinya sebagai paramedis.

Tindakan tentara Israel ini diduga melanggar hukum internasional terkait perlindungan warga sipil, termasuk paramedis.

Dalam Konveni Jenewa 1949, paramedis dan jurnalis yang berada di medan perang dianggap sebagai warga sipil. Artinya, mereka tidak boleh dilukai, apalagi sampai dibunuh.

Ribuan orang di Gaza, Palestina mengantar jenazah Razan Najjar ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Sementara orangtua Razan terus menangisi kepergian sang buah hati yang tewas hanya beberapa ratus meter dari rumah mereka di Khan Younis, Gaza. Mereka memeluk rompi berlumuran darah yang dikenakan Razan di hari ketika hidupnya berakhir.

"Anak saya memang bertubuh kecil, tapi ia gadis yang kuat. Satu-satunya senjata yang dimilikinya adalah rompi yang menunjukkan ia adalah petugas medis," kata sang ibu, Sabreen al-Najjar.

Dalam sebuah pernyataan, Israel Defense Forces (IDF) berdalih pihaknya telah bertindak sesuai aturan. Pihak militer negeri zionis juga mengatakan, sebuah kendaraan tempurnya menjadi target penyerangan.

Tersangkanya diidentifikasi melintasi pagar keamanan di Gaza utara dan menanam granat yang meledak. Awal pekan ini, Israel melakukan lusinan serangan udara pada target di Gaza sebagai tanggapan terhadap apa yang disebut rentetan tembakan roket dan mortir terbesar dari Jalur Gaza sejak perang tahun 2014.

IDF mengatakan, pihaknya menghitung lebih dari 100 peluncuran roket dan rudal dari sisi Hamas. Israel menanggapinya dengan melancarkan lebih dari 60 serangan udara terhadap target di wilayah itu. [lpt] 

Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Tembak Mati Petugas Medis, Israel Dianggap Melanggar Hukum Internasional

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top