Selasa, 17 Juli 2018 |
News Room - Pemerintahan

Di Lebak 4 Bersaudara Menderita Gizi Buruk, Andika: Ini Pentingnya Berobat Gratis Pakai KTP

Rabu, 14 Mar 2018 | 20:50 WIB Dibaca: 488 Pengunjung

Menteri Sosial, Idrus Marham didampingi Wagub Banten, Andika Hazrumy saat melihat kondisi warga yang terkena gizi buruk di Kabupaten Lebak, Rabu (14/3/2018)

LEBAK, [NEWSmedia] – Rombongan Menteri Sosial, Idrus Marham bersama Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, Rabu sore (14/3/2018), mendatangi rumah empat bersaudara warga Kabupaten Lebak yang menderita gizi buruk.

Para pejabat tersebut prihatin dan iba melihat kondisi empat bersaudara yang menderita gizi buruk dan langsung memerintahkan jajaran untuk membawa warga tersebut ke RSUD Banten di Kota Serang. 

 

Rombongan Mensos Idrus Marham bersama Wagub Banten berinisiatif mendatangi empat bersaudara penderita gizi buruk ini, setelah mengikuti kegiatan kunjungan Presiden Joko Widodo di Kota Serang. Rombongan langsung berangkat ke Kabupaten Lebak.

“Ini menjadi contoh betapa pentingnya program berobat gratis warga miskin hanya dengan e-KTP yang pemprov Banten akan gulirkan. Kalau saja program tersebut ada, hal-hal seperti ini bisa langsung kita tangani,” kata Andika di rumah warga penderita gizi buruk di Kampung Cibuah Talang, Desa Cibuah, Kecamatan Warung Gunung, Kabupaten Lebak, petang tadi.

Menurut Andika, program berobat gratis pakai KTP yang dicanangkan Pemprov Banten adalah solusi untuk menangani warga Banten yang tidak memiliki biaya untuk berobat ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya.

Maka itu program berobat gratis pakai KTP penting dan akan memberi manfaat kepada masyarakat Banten. Namun sayangnya, program tersebut tidak mendapat persetujuan dari Menteri Kesehatan, karena pemerintah daerah harus tetap mengintegrasikan program jaminan kesehatan masyarakat ke program pemerintah pusat yakni melalui BPJS Kesehatan.

Pada bagian lain, Menteri Sosial, Idrus Marham meminta kepala daerah agar rajin-rajin mengecek data masyarakat yang memenuhi syarat untuk menerima bantuan sosial (bansos), sebab menurutnya, jika perbaikan data dapat dilakukan dengan baik, maka kondisi rakyat akan bisa lebih terantisipasi dengan baik.

"Saya minta kepala daerah agar rajin-rajin menyisir data rakyat. Kalau rajin disisir, maka pasti bisa mendapatkan bantuan pada saat terjadi kebutuhan mendesak," kata Idrus.

Untuk Diketahui, program berobat gratis warga miskin versi Pemprov Banten seperti yang disinggung Wagub Banten Andika Hazrumy, tidak mendapatkan persetujuan dari Menteri Kesehatan karena dinilai tidak memiliki payung hukum dalam pelaksanaannya dan berbenturan dengan program Jaminan Kesehatan Nasional yang diselenggarakan BPJS Kesehatan.

Dalam program berobat gratis warga miskin dengan e-KTP ini, Pemprov Banten menginginkan agar warga miskin di Provinsi Banten yang tercover program tersebut dapat berobat ke rumah sakit di Banten hanya dengan menunjukkan e-KTP dan Pemprov Banten membayar biaya pengobatan warga tersebut.

Pemprov Banten juga menolak menjalankan skema program JKN-KIS yang mengharuskan bayar premi warga miskin  kepada BPJS Kesehatan setiap bulan dengan alasan efesiensi anggaran. [dham]

Editor: Ahmad Hifni
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Di Lebak 4 Bersaudara Menderita Gizi Buruk, Andika: Ini Pentingnya Berobat Gratis Pakai KTP
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top