Jumat, 22 Juni 2018 |
News Room - Pemerintahan

Tegur Pejabat yang Gelisah Karena Rotasi, Andika: Saya dan Pak Gubernur Lebih Gelisah

Senin, 05 Mar 2018 | 20:01 WIB Dibaca: 1677 Pengunjung

Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy. (Lipdok Biro ARTP)*

SERANG, [NEWSmedia] - Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy memberi teguran keras kepada pejabat dan jajaran pegawai di lingkungan Pemprov Banten yang belakangan ini diketahui malas-malasan, tidak serius bekerja karena tahu akan ada rotasi dan mutasi.

“Saya mendengar ada pegawai-pegawai di OPD-OPD, bahwa selentingan terdengar, saya (para pejabat-red) akan bekerja apabila setelah mutasi dilakukan. Salah kalau caranya seperti itu, salah,” kata Andika saat memberikan arahan pada apel awal bulan di halaman Masjid Raya Al-Bantani, KP3B, Curug, Kota Serang, Senin (5/3/2018).

Andika mengaku mengetahui banyak pejabat, mulai dari esselon II III dan IV di tiap-tiap OPD, sejak awal tahun anggaran hingga Maret 2018 ini belum melakukan pekerjaan karena menunggu proses rotasi dan mutasi.

“Tidak ada pola bekerja, setelah mutasi baru bekerja. Tahun anggaran sudah mulai programnya sudah jelas,  jadi saya berharap pola (pikir) itu diubah,” tuturnya.

Andika pun mengungkapkan, implementasi kerja yang tertuang dalam Rencana Pembanguan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2017-2022, hasilnya masih jauh dari harapan. Menurutnya, banyak program, terutama program pelayanan terhadap masyarakat masih belum maksimal.

“Hasilnya selama sembilan bulan ini tidak memuaskan, banyak pelayanan terhadap masyarakat belum masksimal. Banyak pekerjaan teknis pembangunan belum terealisasi. Ini menunjukan bahwa indikator dari kinerja ASN Provinsi Banten bisa dikategorikan kurang baik,” kata Andika di hadapan ratusan ASN.

“Ibu dan bapak gelisah terkait rotasi dan mutasi, saya dengan Pak Gubernur lebih gelisah, karena program tidak ada yang jalan di 2018. Tolong program prioritas dijalankan, aplikasikan, jangan sampai ini menjadi hambatan bagi kita semua,” ujarnya.

Andika mengungkapkan, sebelum ada rotasi dan mutasi, seluruh pejabat dan ASN di lingkungan Pemprov Banten diperintahkan melakukan assesment. Assesment diperlukan untuk mengukur kompetensi para pegawai.

“Kepada bapak ibu semua, rotasi dan mutasi akan dilakukan, tetapi sebelum melakukan rotasi dan mutasi dalam kaitan peningkatan kualitas kinerja masing-masing. Semua pegawai ASN Banten ditugaskan untuk melakukan assesment, seluruhnya, jangan sampai ada yang ditinggal. Bahkan Pak Gubernur menginginkan assesment sampai tingkat staf,” ungkap Andika.

Belum Ada Inovasi dan Terobosan Program

Pada kesempatan itu, Andika juga mengungkapkan bahwa belum ada terobosan dan inovasi yang dilakukan perangkat daerah dalam menjalankan program kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Banten lima tahun mendatang.

“Coba dinas-dinas buat inovasi, saya ingin Dinas Kesehatan buat inovasi bagaimana keinginan dari visi-misi gubernur dan wakil gubernur ini bisa teraplikasikan, bisa dilaksanakan, tidak menabrak aturan, tidak melabrak kebijakan pusat, bagaimana kita buat. Saya mohon, mari kerjasamanya, semangatnya untuk bisa mewujudkan dan aplikasikan dari RPJMD yang telah ditetapkan,” katanya.

“Mudah-mudahan pada momentum apel ini harus bisa diaplikasikan oleh bapak-ibu semua. Kira-kira saya tanya bapak ibu setuju tidak, Banten ingin maju tidak, bapak ibu semangat semua tidak. Jadi kalau bulan depan evaluasinya masih jelek, saya harus apakan, saya mau tanya? Saya melakukan apa?” tutur Andika dengan nada tinggi.

Kemarahan orang nomor dua di Pemprov Banten itu bukan tanpa dasar. Sebab menurutnya, selama sembilan bulan menjabat, program-program Pemprov Banten belum berjalan sesuai harapan, terutama program pendidikan dan kesehatan gratis yang menjadi program prioritas Pemprov Banten.

“Pelayanan pendidikan masih gratis mandeg. Masih adanya pemugutan liar diluar kesepakatan komite sekolah. Saya sama Pak Gubernur sebetulnya tidak tega pada saat beberapa waktu lalu ada kepala sekolah yang langsung dipecat, tidak tega kami. Cuma kami harus melakukan langkah-langkah kongkrit untuk dapat memacu seluruh komponen birokrat di provinsi banten ini agar adapat memberikan peningkatan kinerja bagi masyarakat yg maksimal. Jujur bapak-ibu semua. Saya beserta Pak Gubernur kalau tidak didorong dan disuport oleh bapak ibu semua tidak mungkin proses pembangunan di Provinsi Banten ini akan berhasil,” ujarnya. [hms/rhd]

Editor: Rapih Herdiansyah
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Tegur Pejabat yang Gelisah Karena Rotasi, Andika: Saya dan Pak Gubernur Lebih Gelisah
paslon 1 paslon 2 paslon 3 NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top