Rabu, 23 Mei 2018 |
News Room - Olahraga

Tak Ingin Sport Centre Bebani APBD, Wagub Banten Belajar ke Jakabaring

Rabu, 22 Nov 2017 | 22:15 WIB Dibaca: 242 Pengunjung

Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy saat berkunjung ke Jakabaring Sport City di Provinsi Sumatera Selatan, Rabu (22/11/2017).*

PALEMBANG, [Newsmedia] - Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy menginginkan agar pembangunan sport centre di Desa Kemanisan, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten.

Untuk itu, Andika mengaku ingin belajar kepada Pemprov Sumatera Selatan yang dalam membangun Jakabaring Sport City banyak melibatkan pihak swasta dan pihak lainnya untuk ikut menyandang dana pembangunan hingga  biaya perawatan fasilitas olahraga tersebut.

“Kami ingin serius belajar mengenai bagaimana Jakabaring ini bisa dibangun secara bersama-sama dengan melibatkan pihak-pihak lain tanpa membebani seluruhnya kepada APBD,” kata Andika saat diterima Asisten Daerah III, Sumatera Selatan, Nadjib dalam kunjungan kerjanya ke Pemprov Sumsel, Rabu (22/11/2017).

Andika mengatakan, setidaknya saat ini, kebutuhan untuk pembangunan sport centre Pemprov Banten di atas lahan seluas 60 hektar tersebuta adalah sekitar Rp1,8 triliun, dengan penganggaran secara multi years yang pada APBD 2018 telah dianggarkan Rp100 miliar.

“Menurut DED (detail engineering design) yang ada sekarang setidaknya itu kebutuhannya dananya. Tapi tidak menutup kemungkinan setelah kunjungan ini kita ingin sport centre yang lebih bagus lagi sehingga kebutuhan anggarannya bisa membengkak,” kata Andika.

Andika menjelaskan, dengan kebutuhan yang saat ini saja, angka tersebut sudah cukup besar, mengingat APBD Banten yang saat ini sekitar Rp11 triliun juga sangat dibutuhkan untuk kebutuhan pelayanan dasar bagi warga Banten lainnya, seperti pendidikan, kesehatan dan infrastruktur.

“Belum lagi kalau kita bicara biaya perawatannya. Fasilitas olahraga berkelas nasional dan internasional tentu biaya perawatannya juga tidak murah, Kalau semua ditanggung APBD saya yakin tidak akan bagus,” imbuhnya.

Sementara itu, Asda III Sumsel, Nadjib mengungkapkan, jika pembangunan Jakabaring Sport Centre sampai sejauh ini setidaknya telah menghabiskan dana lebih dari Rp10 triliun.

“APBD kami saja hanya Rp8 triliun, bahkan engga cukup itu kalau semuanya untuk bangun Jakabaring," kata Nadjib.

Untuk itu, dikatakan Nadjib, Pemprov Sumsel menjalin kemitraan dengan sejumlah perusahaan yang beroperasi di Sumsel, baik BUMN maupun swasta, selain juga terus membidik anggaran pemerintah pusat yang dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur, khususnya di bidang keolahragaan.

“Jadi ini kita gotong royong, dari swasta ya kami minta CSR (corporate sosicla responsibility)-nya. Para kepala dinas kami ini bisa dibilang kerjaannya lebih banyak nongkrongin kementerian, dari pada di kantornya di Palembang sini,” pungkasnya. [hms]

Editor: Ahmad Hifni
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Tak Ingin Sport Centre Bebani APBD, Wagub Banten Belajar ke Jakabaring
POLRES SERANG KOTA NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top