Jumat, 26 Februari 2021 |
News Room - Ekonomi

Tak Digarap Serius, Produksi Garam RI Tertinggal Jauh Dari Cina

Jumat, 23 Feb 2018 | 07:05 WIB Dibaca: 520 Pengunjung

Petani garam.*

JAKARTA, [NEWSmedia] - Permasalahan utama yang membuat Indonesia tidak bisa mencapai swasembada garam adalah karena tidak adanya keseriusan dari pemerintah untuk menggarap sektor ini. Meski punya potensi yang besar, selama ini garam tidak pernah dijadikan sektor unggulan.

Ini diungkapkan Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan. Menurt dia, selama ini Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti selalu menyatakan jika Indonesia memiliki garis pantai terpanjang ke-2 di dunia. Namun dengan potensi tersebut, Indonesia masih harus mengimpor garam, khususnya untuk kebutuhan industri.

"Garam ini termasuk yang bukan produk unggulan. Kalau kata Bu Susi, kita negara dengan garis pantai terpanjang ke-2 di dunia, tapi itu membuat jadi misleading. Sama seperti sapi (tidak bisa swasembada) karena juga bukan produk unggulan," ujar dia di kawasan Menteng, Jakarta, Kamis (22/2018).

Daniel mengungkapkan, Indonesia memiliki panjang garis pantai Indonesia mencapai 99 ribu kilometer (km). Namun produksi garam nasional hanya sebesar 2,6 juta ton per tahun. Produksi garam ini kalah jauh dibanding China yang hanya memiliki panjang garis pantai 14.500 km.

"China ini panjang pantainya 14.500 km, produksi garamnya 58 juta ton per tahun. Kita punya 99 ribu km garis pantai, tapi produksinya hanya 2,6 juta ton. India juga garis pantainya hanya 7.000 km, produksinya 19 juta ton per tahun," kata dia.

Oleh sebab itu, lanjut Daniel, jika pemerintah ingin Indonesia swasembada garam, maka harus jadikan produk unggulan sehingga pengembangannya bisa digarap secara serius.

"Jika bicara produk unggulan negara, tentu kita sebagai negara tropis, jika garam jadi produk unggulan, wajib hukumnya kita mandiri," tandas dia. [lpt]

Editor: Newsmedia
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Tak Digarap Serius, Produksi Garam RI Tertinggal Jauh Dari Cina

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top