Minggu, 24 Maret 2019 |
News Room - Peristiwa

SWOT UIN Banten: Program 100 Hari Kerja Syafrudin-Subadri Gagal Total

Jumat, 08 Mar 2019 | 18:16 WIB Dibaca: 283 Pengunjung

Mahasiswa UIN SMH Banten melakukan aksi unjuk rasa di depan kampus, Jumat (8/3/2019).*

SERANG, [NEWSmedia] - Pascadilantik menjadi Wali Kota Serang dan Wakil Wali Kota Serang periode 2018-2023, Syafrudin dan Subadri Usuludin mendapat kritik dari mahasiswa. Pasangan yang mengusung jargon Kota Serang ‘Aje Kendor’ itu dianggap gagal melaksanakan program 100 hari kerja.

Hal itu disampaikan oleh elemen mahasiswa yang menamakan diri Serikat Mahasiswa Sosial Demokratis (SWOT) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanudin Banten dalam aksi unjuk rasa di depan Kampus UIN SMH Banten, Jumat (8/3/2019) siang.

Mahasiswa menilai program 100 hari kerja Syafrudin-Subadri gagal total, karena banyak program yang tidak dilaksanakan dengan serius, salah satunya penataan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Kota Serang.

“PKL yang tidak pro terhadap pemerintah harus tunduk para kebijakan pemerintah. Penataan PKL di stadion hanya sebagai kedok pemerintah untuk membesar-besarkan seratus hari kerja,” kata Koordinator Lapangan Aksi Unjuk Rasa, Nahrul Muhilmi.

Menurut Nahrul, pedagang kaki lima diarahkan untuk pindah ke kawasan Kepandean, tetapi Pemerintah Kota Serang tidak menyediakan lapak yang layak. “Lapak PKL di Kepandean harusnya sudah dibenahi dan dikonsep oleh Disperindakop. Ini sama aja pemerintah memiskinkan PKL karena tidak ada lapak berdagang yang layak,” terangnya.

Tidak hanya masalah PKL, mahasiswa juga menyoroti masalah sampah di Kota Serang, khususnya di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Cilowong yang dinilai sudah mencemari lingkungan dan udara di wilayah sekitar.

“Masyarakat wilayah TPSA Cilowong sudah muak dan terganggu akibat dari sampah di Cilowong. Untuk itu, kita menuntut pemerintah untuk segera mengatasi sampah di Cilowong,” ucapnya.

Selain itu, mahasiswa juga mempertanyakan Reformasi Birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota Serang. Mereka meminta agar Syarudin-Subadri bisa mewujudkan reformasi birokrasi yang transparan.

Mahasiswa-Polisi Nyaris Baku Hantam

Di tengah aksi, sejumlah mahasiswa mencoba membakar ban. Namun aksi bakar ban itu langsung dihalau aparat kepolisian yang berjaga di lokasi. Sejumlah mahasiswa dan aparat pun nyaris baku hantam karena tersulut emosi.

Situasi mereda setelah Kapolsek Serang Kompol Irwanda yang juga ikut memantau aksi melerai. Mahasiswa yang tersulut emosi pun dilerai oleh koordinator lapangan aksi. “Kejadian tadi sebenarnya tidak ricuh, hanya kesalahpahaman aja karena mereka mau lakukan aksi bakar ban,” ujar Kompol Irwanda.

Menurut dia, upaya bakar ban oleh para demonstran dianggap akan mengganggu para pengguna jalan dan petugas langsung mengamankan barang bukti ban yang akan dibakar.

“Aksi bakar ban saat demo itu sering terjadi. Oleh karena itu kita halau supaya nggak membuat kemacetan dan rawan terkena mahasiswa ataupun pengguna jalan,” terangnya. [adi]

Penulis: Muhammad Adi
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

SWOT UIN Banten: Program 100 Hari Kerja Syafrudin-Subadri Gagal Total
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top