Minggu, 24 Januari 2021 |
News Room - Politik

Sosok Calon di Pilkada Kota Serang Harus Punya ‘Nilai Jual’

Sabtu, 11 Mar 2017 | 13:45 WIB Dibaca: 2764 Pengunjung

Nama-nama yang disebut akan tampil di Pilkada Kota Serang 2018.*

SERANG [NEWSmedia] - Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang periode 2018-2023 akan digelar Juni 2018. KPU Kota Serang bersama Pemerintah Kota Serang sudah mulai melakukan persiapan untuk melaksanakan tahapan Pilkada 2018.

Saat ini, sudah ada beberapa nama yang disebut sebagai bakal calon yang akan tampil pada kontestasi Pilkada Kota Serang 2018. Mereka di antaranya Agus Setiawan (Ketua DPW PPP Banten), Amanudin Toha (Wakil Ketua DPRD Kota Serang/Ketua DPC Partai Demokrat Kota Serang), Boyke Pribadi (Akademisi), Dede Rohana Putra (Bendahara DPW PAN Banten), Mulya R. Rachmatoellah (Ketua Yayasan Pendidikan Informatika Serang), Nuraeni (Wakil Ketua DPRD Banten/Partai Demokrat), Vera Nurlaila (Ketua Tim PKK Kota Serang) dan Wahyudin Jahidi (Pengusaha).

Menurut Ketua KPU Kota Serang, Heri Wahidin, sosok calon kepala daerah memiliki pengaruh terhadap tingkat partisipasi pemilih. Sosok calon kepala daerah, kata Heri, harus memiliki nilai jual yang tinggi dan memiliki integritas yang baik.

“Jadi, kalau calonnya bisa dijual dan integritasnya bagus, saya yakin bisa meningkatkan jumlah pemilih,” kata Heri kepada NEWSmedia, kemarin.

Heri juga mengatakan, tingkat keterkenalan (popularitas) calon di masyarakat juga bisa mempengaruhi tingkat partisipasi pemilih. “Kalau calonnya enggak dikenal, tiba-tiba muncul gitu kan ‘siapa elo’. Kan masyarakat biasanya begitu,” ucapnya.

KPU Kota Serang, lanjut Heri, menargetkan tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada Kota Serang 2018 sebesar 70 persen. Sementara diketahui, partisipasi pemilih di Kota Serang pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Februari lalu, hanya mencapai 63 persen.

“Ya jadi kalo melihat dari tingkat partisipasi pada Pilkada Banten kemarin itu kan kurang lebih partisipasinya ada 63 persen. Nah pada Pilkada (Kota Serang) 2013 yang lalu kan 68 persen, artinya ada penurunan. Tentu kita akan evaluasi dan targetkan 70 persen pada Pilkada Kota Serang 2018,” terang Heri, seraya mengatakan, sosialisasi juga menjadi faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi pemilih.

Komisioner KPU Kota Serang, Fierly M Mabrury menambahkan,menurunnya partisipasi pemilih di Kota Serang pada Pilkada Banten tahun ini disebabkan karena kurangnya kesadaran dari masyarakat.

“Ada apatisme masyarakat. Itu yang akan jadi fokus kita selain nanti kita melakukan sosialisasi secara menyeluruh,” katanya.

Kebutuhan Anggaran Pilkada Kota Serang

Sementara anggaran yang diajukan KPU Kota Serang untuk seluruh tahapan Pilkada 2018 yaitu sebesar Rp39 miliar. Pada APBD 2017, Pemerintah Kota Serang dan DPRD Kota Serang baru menyetujui alokasi anggaran untuk Pilkada sebesar Rp5,7 miliar. Sementara sisanya sebesar Rp.33 miliar akan diajukan untuk dapat dianggarkan pada APBD perubahan Tahun 2017 dan APBD 2018.

“Untuk 2017 ini sudah kita ajukan dan sudah kita hitung bersama, akhirnya sudah di-acc oleh Pemkot Serang sebesar Rp5,7 miliar, sedangkan sisanya itu Rp33 miliar, lagi kita ajukan,” kata Ketua KPU Kota Serang, Heri Wahidin.

Pada Maret ini, KPU Kota Serang dengan Pemkot Serang akan melakukan pembahasan persiapan tahapan Pilkada. “Kota akan ada pembahasan bersama antara KPU Kota Serang dan TAPD. Jadi nanti pencairanya dua tahap, pertama 60 persen  kedua 40 persen,” terangnya.

Menurut Heri, KPU Kota Serang akan melaunching Pilkada 2018 pada tahun ini, sekaligus sebagai tanda dimulainya tahapan Pilkada Kota Serang 2018, termasuk rekrutmen PPK dan PPS. [ifal]

Penulis: Syahrifal Fahlevi
Editor: Arif Darma
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Sosok Calon di Pilkada Kota Serang Harus Punya ‘Nilai Jual’

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top