Rabu, 23 September 2020 |
News Room - Banten Memilih

Soal Yel-yel Tolak Dinasti vs Tolak PKI, Kapolda Banten: Jangan Saling Menyerang

Rabu, 26 Okt 2016 | 14:53 WIB Dibaca: 1474 Pengunjung

Kapolda Banten Kombes Pol Listyo Sigit Prabowo dalam acara FGD & Deklarasi Pilkada Damai Berintegritas, Rabu (26/10/2016).*

SERANG, [NEWSmedia] - Aksi para pendukung Calon Gubernur-Wakil Gubernur Banten pada saat pengundian nomor urut untuk Pilkada Banten 2017 di Hotel Marbella Anyer, Selasa (25/10/2016) sempat membuat suasana sedikit panas lantaran yel-yel yang disampaikan masing-masing pendukung.

Usai penetapan nomor urut pasangan calon, para pendukung langsung beraksi. Dengan membawa alat peraga bergambar masing-masing 'jagoannya', para pendukung menyuarakan yel-yel.

Adu yel-yel semakin bergemuruh ketika pasangan calon keluar dari tempat acara pengundian nomor urut karena acara sudah selesai.

Wahidin Halim dan Andika Hazrumy, pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur Banten yang mendapat nomor urut satu diberi kesempatan untuk meninggalkan ruang acara terlebih dahulu.

Sementara para pendukung dari kedua pasangan calon sudah berkumpul di luar, memadati jalan yang akan dilintasi pasangan calon.

Yel-yel semakin bergemuruh saat Wahidin Halim-Andika Hazrumy akan melintas. Saat itu terdengar yel-yel 'Anti Dinasti' yang dinyanyikan terus menerus oleh pendukung Rano Karno-Embay Mulya Syarief.

"Tolak, tolak, tolak dinasti. Tolak dinasti sekarang juga," teriak para pendukung Rano-Embay berulang-ulang.

Yel-yel balasan pun akhirnya dilontarkan para pendukung Wahidin Halim-Andika Hazrumy yang dinyanyikan saat pasangan Rano Karno-Embay Mulya Syarief melintas.

"Tolak, tolak, tolak PKI. Tolak PKI sekarang juga. Usir, usir, usir PKI. Usir PKI sekarang juga," teriak para pendukung WH-Andika yang juga berulang-ulang.

Terkait dengan itu, Kapolda Banten, Kombes Pol Listyo Sigit Prabowo meminta kampanye tidak memuat yel-yel provokatif dan menyinggun pihak manapun.

"Deklarasi damai ini, merupakan suatu komitmen bersama dan modal buat kita jadikan pilkada ini damai," kata Sigit dalam acara Focus Group Discussion dan Deklarasi Pilkada Damai dan Berintegritas, di salah satu rumah makan di Kota Serang, Rabu (26/10/2016).

Kapolda berharap agar para pendukung membangun semangat yel-yel yang kondusif, tidak provokatif.

"Jangan saling menyerang. Siapapun yang menang, itulah yang memimpin masyarakat Banten ke depannya," ucap Sigit.

Ia berharap tim sukses dab para pendukung calon di Pilkada Banten menggunakan cara yang sportif. Selesai pilkada, seluruh elemen juga agar bersatu membangun Banten.

Terkait dengan upaya provokatif, jika ada pihak yang merasa tidak senang dan melapor ke kepolisian, akan ditindakkanjuti.

"Nanti kalau ada merasa yang tersakiti, itu bisa diproses secara hukum," kata Sigit. [Ildhan]

Penulis: Ildhan Firmansyah
Editor: Newsmedia
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Soal Yel-yel Tolak Dinasti vs Tolak PKI, Kapolda Banten: Jangan Saling Menyerang
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top