Kamis, 19 Juli 2018 |
News Room

Soal Rano Karno di Australia, Pengakuan Kepala BKPMPT Dengan Sekda Banten Berbeda

Kamis, 17 Nov 2016 | 00:57 WIB Dibaca: 1238 Pengunjung

Rano Karno (tampak belakang menggunakan tas) bersama pejabat Banten saat berbincang dengan Duta Besar RI untuk Australia Nadjib Riphat Kesoema dan Konjen Perth, di Australia. (Foto: Ist)

SERANG, [NEWSmedia] - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Perizinan (BKPMPT) Provinsi Banten Babar Suharso mengakui keberadaan Rano Karno di Australia adalah terkait dengan rencana investasi Pemerintah Australia di Provinsi Banten.

Jika Babar mengatakan Rano Karno saat itu ikut menghadiri pertemuan dengan pengusaha, bahkan sempat bertemu masyarakat di Australia. Namun berbeda dengan yang diutarakan Sekretaris Daerah (Sekda) Banten Ranta Soeharta. Sekda mengatakan Rano Karno tidak ikut menghadiri pertemuan dengan pengusaha di Australia.

“Setahu saya, beliau (Rano Karno-red) tidak menghadiri pertemuan dengan pengusaha. Dia tidak melakukan pertemuan. Yang mimpin malah saya, terus beberapa pertemuan Pak Babar, Pak Revri dengan pengusaha Pelindo II, BGD, dan pengusaha Australia. Setahu saya beliau tidak menghadiri pertemuan-pertemuan dengan pengusaha,” kata Ranta kepada wartawan usai rapat Paripurna DPRD Banten, Rabu (16/11/2016).

Ranta menyatakan kehadiran Rano Karno di Australia bukan atas nama dinas, melainkan undangan secara pribadi dari Duta Besar RI di Australia.

“Beliau ke sana itu tidak atas nama dinas dan undangan secara pribadi dari duta besar. Yang saya tahu itu. Itu saya sudah konfirmasi ke beliau. Beliau diundang setahu saya ke Konjen utk makan malam. Di sana ada duta-duta besar. Dia tdk melakukan pertemuan,” ucap Ranta.

Berita sebelumnya: Di Rapat Paripurna DPRD Banten, Keberadaan Rano Karno di Australia Dipertanyakan

Ia menegaskan, Rano Karno tidak ikut dalam acara Indonesia Bussiness Summit 2016 di Perth Australia. “Pimpinan rombongan ke Australia itu Sekda, namanya Ranta. Jauh sebelum itu, waktu Pak RK masih menjabat Gubernur, sebelum cuti ya, itu surat kita sudah dilayangkan. Beliau memerintahkan saya untuk jadi berangkat ke Australia,” ujar Ranta.

Menurut Ranta, keberangkatan dirinya bersama kepala dinas lain ke Australia juga sudah mendapat izin dari Mendagri. “Yang ke sana itu Pak Babar, saya, Pak Revri. Karena apa? karena itu ada surat tugas,” tuturnya.

Bahkan Ranta mengatakan Rano Karno tidak ikut dalam pertemuan dengan pengusaha seperti yang diceritakan Kepala BKPMPT Banten Babar Suharso.

“Yang mimpin malah saya, terus beberapa event (pertemuan) selanjutnya Pak Babar, Pak Revri dengan pengusaha Pelindo II, BGD, dan pengusaha Australia. Setahu saya, beliau tidak menghadiri pertemuan-pertemuan dengan pengusaha,” katanya.

“Yang ngadepin pengusaha juga saya, sekali. Selain itu ada pengusaha-pengusaha lainnya. Kalau dengan duta besar, saya tidak perhatikan,” sambung Ranta.

Namun Ranta mengaku sempat bertemu Rano Karno di Australia dan makan bersama dengan dirinya. “Makan siang sekali. Biasa aja, ngobrol-ngobrol, kan lama juga tidak bertemu. Kehadiran Pak RK sebagai pribadi, setahu saya seperti itu,” terangnya. [anw]

Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Soal Rano Karno di Australia, Pengakuan Kepala BKPMPT Dengan Sekda Banten Berbeda
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top