Rabu, 14 November 2018 |
News Room

Soal Pro-Kontra Sultan Banten ke-18, MUI: Itu Urusan Keluarga

Rabu, 18 Jan 2017 | 20:49 WIB Dibaca: 1078 Pengunjung

Ketua MUI Provinsi Banten, A. M Romly diwawancara di Kanwil Kemenag Banten, Rabu (18/1/2017).*

SERANG, [NEWSmedia] - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten menilai konflik horizontal yang terjadi pada penetapan Sultan Banten ke-18 antara ahli waris Kesultanan Ratubagus Hendra Bambang Wisanggeni dengan Kenadziran Sultan Banten merupakan urusan keluarga.

Ketua MUI Provinsi Banten, A. M Romly mengaku tidak ingin masuk dalam pro-kontra pengukuhan Sultan Banten ke-18.

"Itu mah urusan keluarga lah, saya enggak mau ikut campur," kata Romly saat ditemui di Kanwil Kemenag Provinsi Banten, Rabu (18/1/2017)

Romly mengatakan, secara organisasi, MUI dapat menyikapi hal tersebut jika ada bahasan yang dimusyawarahkam terlebih dahulu dengan pengurus MUI lainnya.

"MUI secara organisatoris harus musyawarah dulu dengan teman-teman (pengurus). Kalau saya, apa wewenang saya, wong rakyat biasa," ucapnya.

Ia juga menjelaskan, meski dirinya ikut hadir dalam acara pengukuhan Sultan Banten ke-18 di Kawasan Banten Lama, namun saat itu hanya sebatas menghadiri undangan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW.

"Saya hadir itu karena ada Muludan, saya tidak ada urusan dengan pelantikan. Saya juga diminta mengalungkan sorban ke Sultan, tapi saya enggak mau. Waktu menandatangani deklarasi juga, saya enggak mau nandatangani deklarasi, saya enggak ada urusannya," tutur Romly.

Meski demikian, Romly berharap kepada kedua belah pihak agar mencari win win solution untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

"Rukun aja lah, cari solusi supaya semuanya enak. Kalau diminta kedua-duanya, saya siap mediasi, tapi kalau diminta oleh satu kubu saja, saya enggak bisa," tukasnya. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Arif Darma
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Soal Pro-Kontra Sultan Banten ke-18, MUI: Itu Urusan Keluarga
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top