Selasa, 19 Januari 2021 |
News Room - Pendidikan

Soal PPDB Online di Tangsel, Gema Kosgoro Nilai Dindikbud Gagal

Rabu, 01 Agt 2018 | 08:37 WIB Dibaca: 565 Pengunjung

Ketua Gema Kosgoro Kota Tangsel, Junaidi.*

TANGERANG, [NEWSmedia] - Gerakan Mahasiswa (Gema) Kosgoro menilai, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan telah gagal dalam mengelola pelaksanaan PPDB Online tingkat SMP.

Sebab menurutnya, meski PPDB Online merupakan terobosan baru dalam dunia pendidikan, namun kenyataannya, proses PPDB Online tingkat SMP di Tangsel kerap mendapat kritikan dari wali murid atau orang tua siswa.

"Niat pemerintah baik untuk pelayanan, tapi sayang, sistem yang baik bila diolah atau dikelola oleh sumber daya manusia yang bukan pada keahliannya akan jadi tidak baik. Seperti kemarin sangat carut marut, protes sana sini dari masyarakat," kata Ketua Gema Kosgoro Tangsel, Junaidi Selasa (31/7/2018).

Ia juga menilai, soal aturan zonasi penerimaan siswa baru kurang tepat diterapkan di Tangsel, sebab menurutnya, masih banyak di beberapa wilayah kecamatan dan kelurahan di Tangsel belum terdapat SMPN. 

"Ini belum bisa diterapkan di Tangsel sepenuhnya tapi perlu ada solusi dari pemerintah, jika Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel tidak mampu mencarikan solusinya, itu tandanya tidak cerdas," ungkapnya. 

Ia juga mempertanyakan kinerja Dewan Pendidikan dan DPRD Tangsel yang dianggap kurang peka terhadap persoalan tersebut.

"Belum lama ini juga ada rapat antara Dinas Pendidikan dengan DPRD dan Pemkot, lantas apa hasilnya? mengapa tidak dipublikasikan? Masyarakat kan berhak tahu seperti apa keputusan rapatnya," ujarnya. 

Selain itu, ia menegaskan, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan audiensi terhadap pihak instansi terkait. Pasalnya, selain carut marutnya PPDB online, masih ditemukan oknum jual beli penerimaan siswa di beberapa sekolah.

"Kami mendapat aduan dari masyarakat, bahwa ada wali murid yang dijanjikan oknum pendidikan bahwa anaknya dijamin masuk dengan mengeluarkan sejumlah dana. Ada juga anaknya sudah terdaftar tiba-tiba namanya hilang. Ini kan perlu kejelasan dari pihak terkait," imbuhnya.

Sementara, sebelumnya Kepala Dindikbud Tangsel Taryono mengatakan terkait PPDB Online, pihaknya akan melakukan evaluasi.

"Yang penting kita sudah berupaya dan kedepannya akan ditingkatkan," kata Taryono.

Taryono juga menganggap proses PPDB Online tingkat SMP yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel sudah selesai.

"PPDB sudah close ya," pungkasnya, singkat. [rls]

Editor: Ahmad Hifni
Publisher: Muhammad Adi
Bagikan:

KOMENTAR

Soal PPDB Online di Tangsel, Gema Kosgoro Nilai Dindikbud Gagal

BERITA TERKAIT

NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top