Selasa, 20 Agustus 2019 |
News Room

Soal Penolakan Pelantikan Kapolda Banten, Begini Kata Fahri Hamzah

Rabu, 12 Okt 2016 | 21:35 WIB Dibaca: 30699 Pengunjung

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah.*

JAKARTA, [NEWSmedia] - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Fahri Hamzah, angkat bicara soal penolakan sejumlah ulama dan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Banten terhadap pelantikan Komisaris Besar Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Banten karena alasan non muslim.

“Tidak boleh begitu caranya. Ada dua wilayah di ruang agama, kita boleh diskusikan apapun masalahnya, karena itu ruang agama. Orang membaca dalil-dalil kitab suci. Menemukan ajaran guru, kiai, ulama. Termasuk di Kristen, membaca Alkitab membaca ajaran Nabi Isa," kata Fahri di Gedung DPR, Jakarta, Rabu, 12 Oktober 2016.

Fahri menambahkan, ada ruang publik yang menjadi ruang bersama. Di ruang publik ada hukum dan etika. Dalam konteks pelantikan Kombes Pol Listyo Sigit menjadi Kapolda Banten, ia mempertanyakan apakah ada pelanggaran hukum dan etika.

“Kalau tak ada pelanggaran dua poin tersebut, maka tak boleh melakukan tindakan memaksakan apa yang dibicarakan di ruang tertutup ke ruang publik,” ucapnya.

Simak: Ulama Tolak Ajudan Jokowi Jadi Kapolda Banten

Mengenai persoalan tersebut, Fahri memaklumi adanya soal sensitivitas publik dalam mengatur mobilitas aparatur negara. Akan tetapi, publik harus menimbang situasi yang terjadi.

“Kita harus betul-betul menimbang situasi yang ada, sehingga diobrolin dan diterima menjadi bagian kesepakatan bersama. Sehingga enak,” tutur Fahri.

Dialog di ruang publik, lanjut Fahri, harus atas dasar kemaslahatan bersama. “Sehingga jangan menyerang ruang privat orang lain. Ia pun mencontohkan yang dilakukan Ahok adalah serangan terhadap ruang privasi orang lain.

“Karena dalil dalam Alquran tak bisa dibatalkan meski Anda tak suka. Apalagi yang tidak suka orang beragama lain. Saya tak bisa batalkan ayat dalam Alkitab karena tak setuju, itu bukan hak saya. Setakwajar apapun kalau dalam agama orang kita, tak punya hak ganggu,” kata Fahri.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini pun meminta agar para ulama dan forum kerukunan umat beragama, untuk duduk bersama membahas persoalan tersebut dengan kepala dingin.

"Mohon para ulama, kiai, forum kerukunan umat beragama, duduk baik-baik. Tolong diatasi problem yang terjadi di ruang publik ini secara kepala dingin. Saya setuju dimusyawarahkan, pasti ada jalan keluarnya," kata Fahri.

Diketahui, Kombes Pol Listyo Sigit Prabowo yang sebelumnya menjadi ajudan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, diangkat menjadi Kapolda Banten menggantikan Brigjen Pol Ahmad Dofiri. Listyo resmi dilantik oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Mabes Polri, Rabu (12/10/2016) pagi. [viva/02]

Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Soal Penolakan Pelantikan Kapolda Banten, Begini Kata Fahri Hamzah
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top