Selasa, 26 Januari 2021 |
News Room

Soal Keberadaan Rano Karno di Australia, Begini Pembelaan Sekda Banten

Senin, 14 Nov 2016 | 22:53 WIB Dibaca: 3636 Pengunjung

Sekda Banten Ranta Soeharta (kiri) bersama Rano Karno di rumah dinas Gubernur Banten beberapa waktu lalu. (Dok: net)

SERANG, [NEWSmedia] – Kehadiran Gubernur Banten non-aktif Rano Karno pada acara Indonesian Bussiness Summit 2016 di Perth, Australia pada akhir pekan kemarin yang diduga menggunakan fasilitas dan kewenangan sebagai Gubernur Banten mendapat pembelaan dari Sekretaris Daerah (Sekda) Banten Ranta Soeharta.

Ranta Soeharta mengatakan kehadiran Gubernur Banten non-aktif Rano Karno di Australia atas undangan khusus dari Dubes Indonesia di Australia.

“RK (Rano Karno-red) tidak ikut kegiatan di Australia, dia diundang khusus oleh Dubes. Yang mewakili Banten (Dalam IBS 2016) adalah Sekda,” kata Ranta, saat dikonfirmasi wartawan, Senin (14/11/2016).

Sementara itu, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Perizinan Terpadau (BKPMPT) Provinsi Banten Babar Suharso yang juga ikut dalam acara tersebut, saat akan dikonfirmasi melalui pesan singkat ke nomor ponselnya, tidak memberikan jawaban.

Berita terkait: Rano Karno dan Pejabat Pemprov Banten Akhir Pekan Berada di Australia

Diperkirakan, undangan khusus kepada Rano Karno dari Dubes Indonesia di Australia sebagaimana yang disampaikan Sekda Banten Ranta Soeharta, berkaitan dengan rencana investasi Australia di Provinsi Banten.

Diketahui, Rano Karno pernah melakukan kunjungan ke Australia pada Mei 2016 saat dirinya masih menjabat sebagai Gubernur Banten. Pertemuan itu dalam rangka mematangkan rencana investasi Pemerintah Australia untuk membangun pelabuhan khusus sapi di Pelabuhan Bojonegara, Kabupaten Serang.

Kunjungan itu merupakan tindaklanjut setelah Rano Karno menghadiri acara Business Summit tahun lalu di Canberra, Australia pada 13 November 2015. Rencana investasi pelabuhan khusus sapi tersebut, nilanya mencapai lebih dari 200 juta Dolar Australia setara dengan Rp2,7 triliun dari negeri Australia (kurs Rp13.500 per USD).

Saat ini rencana pembangunan pelabuhan ternak tersebut masih dalam tahap pra-feasibility study (FS). Ada sejumlah persyaratan agar impor sapi bisa masuk ke pelabuhan yang dituju. Studi kelayakan dilakukan terkait persoalan ekonomi di daerah, peraturan, legalitas, dan infrastruktur penunjang. [af/lr]

Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Soal Keberadaan Rano Karno di Australia, Begini Pembelaan Sekda Banten
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top