Selasa, 23 Juli 2019 |
News Room - Banten Memilih

Soal Foto ‘Salam Dua Jari’, Ketua Komdis ASN Pemprov Banten Diperiksa Bawaslu

Selasa, 01 Nov 2016 | 16:27 WIB Dibaca: 1242 Pengunjung

Sekda Banten Ranta Soeharta.*

SERANG, [NEWSmedia] - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Banten memanggil Sekretaris Daerah (Sekda) Banten Ranta Soeharta terkait laporan foto ‘Salam Dua Jari’ dirinya bersama para pejabat di lingkungan Pemprov Banten saat foto bersama calon Gubernur Banten Rano Karno.

Ranta yang tiba di kantor Bawaslu Provinsi Banten sekitar pukul 13.00 WIB, dimintai keterangan oleh penyidik Bawaslu selama satu jam. Ia harus menjelaskan terkait laporan dugaan pemanfaatan acara pemerintahan dan keberpihakan aparatur sipil negara (ASN) kepada calon incumbent di Pilkada Banten 2017.

Simak: Rano Karno dan Belasan Pejabat Pemprov Banten Dilaporkan ke Bawaslu

Usai diperiksa penyidik Bawaslu, Sekda Banten Ranta Soeharta mengakui pemanggilan dirinya berkaitan dengan foto ‘Salam Dua Jari’ yang dilaporkan ke Bawaslu.

“Surat panggilannya kemarin, berkaitan dengan dugaan foto 'salam dua jari' yang dilaporkan,” kata Ranta sesaat sebelum meninggalkan kantor Bawaslu Provinsi Banten.

Ia menjelaskan, dalam foto yang dijadikan bukti laporan tersebut, tidak semua pejabat mengacungkan dua jari.

“Artinya, enggak ada kampanye, dan itu bukan kampanye. Ada yang dua jari, ada yang satu jari, ada juga yang terkepal,” ucapnya.

Baca juga: Rano Karno: Salam Dua Jari!

Ranta pun berkilah, dirinya adalah pihak yang paling bertanggungjawab atas persoalan etika dan kedisiplinan ASN di Pemprov Banten.

“Kalau ada ASN yang terlibat akan dikenakan sanksi. Saya juga sebagai ketua komite disiplin ASN. Kalau terbukti, saya siap disanksi,” ujarnya.

Ranta kembali menegaskan bahwa simbol dua jari dirinya dan para Kepala SKPD Pemprov Banten dalam foto tersebut bukan sebagai bagian kampanye terhadap pasangan calon gubernur-wakil gubernur nomor urut dua, yakni Rano Karno-Embay Mulya Syarief.

“Sudah saya jelasin, bahwa kita enggak ada kampanye, itu hanya spontanitas, habis nyanyi-yanyi,” tutur Ranta.

Sementara itu, Tim Advokasi WH-Andika, Ferry Renaldy mengatakan, pihaknya melaporkan foto ‘Salam Dua Jari’ para pejabat ASN itu karena diduga telah pemanfaatan kegiatan Pemerintah Provinsi Banten untuk kampanye calon petahana Gubernur Banten Rano Karno.

Dalam foto tersebut, lanjut Ferry, terlihat jelas Rano Karno beserta istri, Dewi Indriati dan para Kepala SKPD Pemprov Banten mengacungkan simbol dua jari. Itu juga dikategorikan sebagai ketidaknetralan ASN di Pilgub Banten.

“Laporan dengan bukti foto dalam konteks salam dua hari sebagai tagline calon petahana Rano Karno yang mendapat nomor urut dua di Pilkada Banten,” ujarnya. [ahi]

Penulis: Ahmad Hifni
Editor: Indra Gunawan
Publisher: Mulyadi
Bagikan:

KOMENTAR

Soal Foto ‘Salam Dua Jari’, Ketua Komdis ASN Pemprov Banten Diperiksa Bawaslu
NCLOTHING PROMO NEWSmedia TV
Top